Kabar Jombang

Harga Gabah Anjlok Karena Tingginya Intensitas Hujan, Petani Jombang Panen Lebih Awal

Anjloknya harga gabah di Kabupaten Jombang dampak dari kualitas gabah yang merosot karena diguyur hujan membuat sejumlah petani nekat panen lebih awal

Harga Gabah Anjlok Karena Tingginya Intensitas Hujan, Petani Jombang Panen Lebih Awal
suryamalang.com/Sutono
Petani di Jombang memanen padi lebih awal, karena terus diguyur hujan yang memerosotkan kualitas padi, yang ujungnya membuat harga gabah anjlok. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Anjloknya harga gabah di Kabupaten Jombang dampak dari kualitas gabah yang merosot karena diguyur hujan, membuat sejumlah petani nekat panen padinya lebih awal.

Hal itu dilakukan agar kualitas padi tidak jatuh lebih buruk akibat guyuran hujan yang hampir tiap hari terjadi di Jombang

Panen padi lebih awal itu antara lain dilakukan sejumlah petani Desa Banjaradowo, Kecamatan Jombanbg Kota, Selasa (3/4/2018).

Di lokasi ini, puluhan hektar tanaman padi dipanen lebih dini, akibat harga padi yang menurun karena kualitas terus merosot.

“Dengan padi dipanen lebi awal, kualitas padi tidak terlalu merosot. Harga juga tidak anjlok-anjlok amat,” ujar Sujono, petani setempat, Selasa (3/4/2019).

Menurutnya, saat ini gabah kering panen dihargai tengkulak dengan harga sekitar Rp 3.000 per kilogram. Harga ini, jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah, jika pembelian dilakukan Bulog.

Saat ini Harga Pembelian Pemerintah (HPP) adalah Rp 3.700 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP). Dengan panen lebih dini, harga gabah bisa sedikit lebih baik, yakni Rp 3.250 per kilogram.

Hanya saja, menurut Sujono, kuantitas atau volume produksi juga tidak sebanyak jika padi dipanen saat bulir padi sudah betul-betul maksimal.

"Tapi, mau gimana lagi. Ketimbang mutu kian jelek terkena hujan dan harga kian merosot, lebih baik kuantitas tak maksimal tapi harga tidak terlalu jatuh," kilah Sujono.

Menurutnya, dengan harga sekitar Rp 3.250. per kilogram, maka biaya tanam masih bisa kembali. "Tidak untung memang, tapi juga tidak merugi,” terangnya.

Dikatakan, lahan ukuran 1.400 meter persegi yang ditanami padi, menelan ongkos garap sekitar Rp 2 juta. Saat panen, dalam 1.400 meter persegi, jika kualitas padi bagus, paling tinggi dihargai tengkulak Rp 3,7 Juta

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved