Breaking News:

Kabar Lamongan

Pemkab Lamongan Alokasikan Dana Rp 3,5 Miliar Untuk Dapatkan Akurasi Data Kemiskinan

Pemkab Lamongan akan menggelontorkan dana sebesar Rp 3,5 miliar untuk kegiatan verifikasi dan validasi data kemiskinan di Kabupaten Lamongan.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Peresmian Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan yang baru di Jalan Veteran Lamongan, Kamis (04/04/2019). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Pemkab Lamongan Jawa Timur akan menggelontorkan dana sebesar Rp 3,5 miliar untuk kegiatan verifikasi dan validasi data kemiskinan di Kabupaten Lamongan.  Penyediaan dana sebesar itu dikarenakan kebutuhan data akurat sangat diperlukan untuk bisa dilanjutkan dalam program Pemkab Lamongan.

Hal itu disampaikan Bupati Lamongan, Fadeli saat menghadiri peresmian Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan yang baru di Jalan Veteran Lamongan, Kamis (04/04/2019). 

Dijelaskan Fadeli, angka kemiskinan di Kabupaten Lamongan menurut BPS memang masih ada pada angka 13,8 persen. Hal tersebut membuat jajaran Pemkab Lamongan bergerak untuk mendapatkan keakuratan data jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lamongan.

Karena menurut Fadeli, data jumlah penduduk miskin di Lamongan yang akurat akan menjadi landasan program pengentasan kemiskinan di Lamongan. Dengan data yang akurat maka pelaksanaan program pembangunan akan tepat sasaran.

Ditambahkannya, Pemkab Lamongan selama ini telah menggunakan data dari BPS sebagai dasar perencanaan program pembangunan.

Dan untuk tahun ini, Pemkab Lamongan melalui Dinas Sosial akan bekerjasama dengan BPS Lamongan untuk melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan di Lamongan.

Sementara Sekretaris Utama BPS RI, Adi Laksmono mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang akan dilakukan oleh Pemkab Lamongan.

“Bapak Bupati Fadeli sangat memperhatikan data. Dan memang hal tersebut sangatlah penting. Kami juga telah memerintahkan kepada BPS Lamongan agar selalu memberikan data terbaru kepada Bupati Fadeli dan Kepala Bappeda. Karena disanalah data tersebut akan dijadikan pedoman dan dasar perencanaan pembangunan di Lamongan,” tutur Adi Laksmono.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved