Kabar Jombang

Pemuda di Jombang Cetak Uang Palsu Kualitas Rendah Pakai Houtvrij Schrijfpapier (HVS)

PENCETAK DAN PENGEDAR UANG PALSU - Defit Sujianto (26), warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan, dan Dwiky Muddasir (22)

Pemuda di Jombang Cetak Uang Palsu Kualitas Rendah Pakai Houtvrij Schrijfpapier (HVS)
sutono - suryamalang.com
PENCETAK DAN PENGEDAR UANG PALSU - Defit Sujianto (26), warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan, dan Dwiky Muddasir (22), penjaga warnet asal Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Petugas Polres Jombang menangkap dua pemuda pembuat dan pengedar uang palsu (upal) pecahan Rp 50.000.

Dalam menjalankan aksinya, mereka hanya menggunakan printer dan kertas jenis Houtvrij Schrijfpapier (HVS), istilah dari bahasa Belanda yang artinya kertas tulis bebas serat kayu.

Karena berbahan HVS, uang palsu hasil cetakan dua pemuda ini pun berkualitas rendah, dan sangat kelihatan bedanya dengan uang yang asli.

Dua pemuda yang diringkus itu Defit Sujianto (26), warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan, dan Dwiky Muddasir (22), penjaga warnet asal Desa/Kecamatan Peterongan.

Polisi juga menyita uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak 44 lembar. Sebagian kecil upal sudah berhasil dibelanjakan.

Kecuali itu, polisi juga menyita satu unit monitor merek LG, satu unit CPU (central proccessor unit) merek Power Up, satu unit keyboard komputer merek Votre, serta satu unit printer warna merek Epson L360.

Keduanya kini kami tahan di mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Kepala Bagian Opersional Satreskrim Polres Jombang Iptu Sujadi, kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (4/4/2019).

Sujadi menjelaskan, dua pelaku tersebut mempunyai peran masing-masing dalam mencetak upal. Defit bertugas mengedarkan uang palsu, sedangkan Dwiky bertugas mencetak uang palsu.

Dalam pengakuan kedua tersangka, kata Sudjadi, mereka baru melakukan aksi c etak upal selama Maret. Hasilnya, mereka sudah mencetak 48 lembar upal pecahan Rp 50.000.

"Dari jumlah tersebut, empat lembar sudah dibelanjakan untuk membeli bensin dan minum kopi. Untuk mengelabuhi penjual bensin dan penjual warung kopi, pembelanjaan dilakukan malam hari," tambah Sudjadi.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved