Breaking News:

Kabar Sidoarjo

Angka Pengangguran Di Sidoarjo Semakin Meningkat, Akibat PHK Mendominasi

Pengangguran masih menjadi salah satu persoalan serius di Sidoarjo. Sebab, angka pengangguran di Kota Delta diprediksi terus meningkat tahun ini.

SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Ilustrasi Pekerja 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Pengangguran atau warga pencari kerja masih menjadi salah satu persoalan serius di Sidoarjo. Sebab, angka pengangguran di Kota Delta diprediksi terus meningkat tahun ini.

Prosentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sidoarjo tahun ini diprediksi kembali naik. Tahun 2017, prosentase TPT besarnya 4,97 persen, di tahun 2018 turun menjadi 4,73 persen, dan tahun ini diprediksi naik menjadi 5,56 persen.

Pemicunya klasik, yakni lulusan sekolah serta Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). "Prosentase TPT memang tidak pasti. Naik turun. Warga yang sebelumnya memiliki pekerjaan, bisa tiba-tiba menjadi pengangguran," kata Kepala Disnaker Sidoarjo, Fenny Apridawati.

Dia menjelaskan, potensi kenaikan itu lantaran tahun ini diprediksi kelulusan jumlahnya mencapai 21 ribu. Yang tentunya tidak semua bisa terserap menjadi tenaga kerja di berbagai perusahaan yang ada.

Kemudian penyebab lain adalah PHK, akibat kontrak habis, tidak ada perpanjangan kontrak, atau masalah perselisihan dengan perusahaan. Faktor terkahir disebut dia lebih banyak.

Data di Disnaker menyebut, jumlah PHK terus bertambah. Sampai saat ini sebanyak 38 ribu karyawan di PHK. Jumlahnya mengalami kenaikan, dari sebelumnya pada akhir tahun lalu total pegawai yang dirumahkan mencapai 33.573 karyawan.

"Untuk menurunkan angka pengangguran, pemkab melakukan sejumlah cara. Misalnya menggelar pelatihan untuk lulusan sekolah serta rumah tangga, dan sejumlah program lain," papar Fenny.

Pelatihan untuk pencari kerja difokuskan pada keterampilan atau skill. Selain menjalankan beberapa program pelatihan yang sudah ada, pihaknya juga mengaku masih menunggu beroperasinya Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) di Tulangan, Sidoarjo.

Sementara pelatihan untuk keluarga. Dicontohkan pelatihan untuk para isteri yang suaminya bekerja di pabrik. Ibu-ibu diajari ketrampilan untuk berjualan dan sebagainya, supaya bisa membantu perekonomian keluarga.

"Selain itu, Disnaker juga menggelar bursa kerja. Ada dua bentuk bursa kerja. Yakni bursa kerja terbuka, untuk seluruh warga. Serta bursa kerja khusus SMK. Tahun ini kegiatan itu digelar di 10 SMK agar ulusan SMK bisa langsung bekerja," tuturnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved