Kabar Surabaya
Hilang 108 Hari di Gunung Arjuno, Siswa SMK Surabaya Ditemukan Tinggal Kerangka
Tim SAR sudah mengevakuasi kerangka tubuh Faiqus Syamsi (17) di Gunung Arjuno. Siswa SMKN 5 Surabaya itu dinyatakan hilang mulai Desember 2018
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tim SAR Basarnas sudah mengevakuasi kerangka tubuh Faiqus Syamsi (17) di Gunung Arjuno.
Siswa SMKN 5 Surabaya itu mendaki Gunung Arjuna pada Desember 2018, dan sejak saat itu dinyatakan hilang.
“Saat ditemukan, kondisinya tinggal kerangka (tulang). Sudah diserahterimakan ke keluarga korban malam kemarin,” kata Farid Kurniadi, Dantim SAR Basarnas, Sabtu (6/3/2019).
Dari data Basarnas, proses pencarian dilakukan mulai dari Lembah Kidang menuju lokasi jenazah di bawah puncak bayangan.
Tim evakuasi menemukan tulang tangan dan kaki di lokasi tersebut.
“Tim SAR melakukan penyisiran untuk mencari bagian kerangka tubuh lain pada radius 50-100 meter dari titik penemuan kerangka korban,” tambahnya.
Proses evakuasi korban ke pos II Gunung Arjuno, dan dilanjutkan ke Posko Utama.
“Identifikasi disaksikan pihak keluarga, polisi, dan tim (basarnas) untuk memastikan identitas korban.”
“Hasilnya, kerangka itu dipastikan atas nama korban,” katanya.
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Faiqus Syamsi di Jalan Kendangsari XV Surabaya.
Kerabat, guru sekolah, sampai rekan korban datang ke rumah duka.
Keluarga korban, Nanang mengatakan keluarga mendapat kabar penemuan kerangka korban pada Kamis (4/4/2019) sore.
Setelah melengkapi proses identifikasi jenazah, kemudian jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Porong.
“Dia dimakamkan di pemakaman Kendangsari sekitar pukul 01.30 WIB tadi,” kata Nanang.
Selama 108 hari sejak korban hilang, keluarga masih mencari dan berharap korban ditemukan.
“Sebelum ditemukan, kami berusaha mencari informasi dari relawan,” kata Nanang.
Menurutnya, hanya tulang kaki betis dan tangan korban yang ditemukan.
Selain itu, ada beberapa kain yang identik dengan pakaian korban.
“Mohon maaf, ayah dan ibunya masih syok,” terang Nanang.