Kabar Pasuruan

Ini Kronologis Lengkap Pencuri Obok-obok Rumah Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan

Kronologisnya diawali sekitar pukul 24.00 WIB, Mas Dion, sapaan akrab Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan baru saja pulang dari kenduri nikahan.

Ini Kronologis Lengkap Pencuri Obok-obok Rumah Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Mas Dion panggilan akrab Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan tunjukkan tempat parkir motor isterinya yang digondol pencuri.

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Rumah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan di lingkungan Sukalipuro, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil disatroni maling, Sabtu (6/4/2019) dinihari.

Kronologisnya diawali sekitar pukul 24.00 WIB, Mas Dion, sapaan akrab Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan baru saja pulang dari kenduri nikahan di salah satu kerabatnya.

Tak lama, istrinya juga baru saja pulang dari mencari suara dan dukungan menjelang pencoblosan. Selanjutnya, mereka bergegas untuk beristirahat. "Kalau tidak salah, saya baru saja tidur itu jam 1 an. Saat itu saya di kamar," kata Mas Dion kepada Suryamalang.com.

Menurut hasil rekamanan CCTV, maling itu masuk sekira pukul 01.30. Malingnya itu sendirian. Mas Dion curiga maling ini orang yang sudah mengenalnya.

"Dia(maling) tahu kalau di dalam garasi ada CCTV. Jadi setelah membuka gerbang, dia masuk sedikit merangkak. Jadi wajahnya tertupi, tidak terlihat dari CCTV itu," lanjut dia.

Setelah itu, kata Mas Dion, gembok pagar rumahnya memang tidak pernah dikunci. Tapi, memang gembok tetap dipasang meski tidak dikunci. Dan sepeda motor istrinya itu juga tidak pernah dikunci. Itu sudah menjadi kebiasaan sehari - hari.

"Jadi dia paham betul. Kalau dia maling baru atau yang tidak pernah ke rumah saya, pasti bawa peralatan lengkap untuk merusak gembok. Nah, dia santai masukkan tangannya melalui sela - sela gerbang dan mengambil gemboknya. Maling ini tahu kalau gemboknya tidak dikunci," urainya.

Menurut Mas Dion, setelah merangkak dari gerbang, maling ini langsung menuntun sepeda motor istrinya keluar dari garasi. Selanjutnya, ia pun pergi. Bahkan, pagarnya juga tidak dikembalikan seperti awalnya tadi.

"Ini pelecehan, pagarnya tetap dibuka sampai pagi," kata Mas Dion sambil bercanda.

Ia pun mengaku ikhlas dengan kejadian ini. Tapi, ia menginginkan kasus ini tetap jalan. Pihak kepolisian pun sudah melakukan olah tkp di rumahnya. Ia berharap malingnya segera ditangkap.

"Kalau minta rekaman CCTV masih belum ada, karena masih dibawa sama tukang saya untuk dipindah dan dijadikan file video. Tadi saya lihatnya online karena terkoneksi langsung," ungkapnya.

Ia menjelaskan, yang pertama kali tahu, adalah orang tuanya. Saat itu, orang tuanya mau bersiap - siap ke masjid persiapan sholat shubuh berjamaah. Selanjutnya, melihat di garasi, satu sepeda motor sudah tidak ada dan gerbang pun terbuka. Spontan, ibu Mas Dion berteriak.

"Saya langsung kebangun dan mendatangi ibu saya. Saya tanya, dan ibu bilang sepeda motor hilang. Saya langsung bergegas mengambil Hp dan melihat rekaman CCTV yang ada. Dan ternyata benar, ada yang mengambil sepeda motornya," urainya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved