Kabar Surabaya

Khofifah Prihatin Warga Jatim Belum Berjamban Seluruhnya, Ada 36 Persen Warga Mandi Di Sungai

Baru 64 persen keluarga masyarakat Jawa Timur yang rumahnya sudah berjamban. Warga Jatim ternyata masih banyak yang belum peduli tentang hidup bersih.

suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin rapat terbatas peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Warga Jawa Timur ternyata masih banyak yang belum peduli tentang pentingnya hidup bersih. Salah satu indikatornya adalah baru 64 persen keluarga masyarakat Jawa Timur yang rumahnya sudah berjamban.

Sebagaimana dikatakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, masalah ini harus diatasi untuk bisa mengangkat harapan hidup warga Jawa Timur.

"Sebabnya antara lain karena ternyata gizinya kurang baik. Bukan karena miskin. Tapi ternyata karena banyak yang belum tersosialisasi dan terdukasi dengan baik tentang mana makanan yang bergizi yang penting untuk diasup," kata Khofifah usai memimpin rapat terbatas peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Jawa Timur, Jumat (5/4/2019).

Oleh sebab itu, Pemprov Jatim akan menggenjot revitalisasi posyandu, dan juga menjalin partnership dengan perguruan tinggi terdekat. Yang akan terprogram secara sistematis menyosialisasikan kecamatan demi kecamatan. Yang akan ditentukan kecamatan mana yang prioritas, dan kemudian di tahun 2020 dilanjutkan dengan kecamatan yang lain.

"Selain itu ternyata juga masalah jamban. Baru 64 persen rumah tangga yang sudah berjamban. Maka kita akan identifikasi mana daerah yang jambannya belum terfasilitasi maka kta bisa intervensi," kata Khofifah.

Termasuk di wilayah slum atau kumuh. Dikatakan Khofifah, wilayah tersebut akan diberikan jamban komunal. Dimana lima atau enam rumah tangga diberikan satu septitank.

"Kita akan intervensi keroyokan supaya bisa signifikan. Mana yang jadi fokus kita lalu akan kita jadikan untuk role model," tegas Khofifah.

Lebih lanjut, gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini mengatakan, sampai saat ini warga masyaraakat yang belum memiliki jamban masih suka buang hajat di sungai. Menurut Khofifah masalah kultur ini juga harus digarap.

"Maka kita akan bangun jamban komunal dan kita koordinasikan dengan Pemda. Supaya nanti bisa 99 persen warga kita berjamban. Jadi ini juga nyicil untuk RPJMD kita," tutur Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved