Breaking News:

Kota Batu

Awalnya Sepi Peminat, Pemantau Pemilu Di Kota Batu Kini Punya 50 Anggota

Badan Pengawas Pemilu Kota Batu menggandeng mahasiswa dan mensosialisasikan kepada lembaga hingga kini memiliki 50 orang pemantau.

Tribun Batam
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BATU -  Pemantau pemilu 2019 di kota Batu kurang menarik minat kaum muda. Sejak dibuka tidak ada satupun yang mau menjadi anggota pemantau pemilu. Namun hal itu tidak membuat Badan Pengawas Pemilu Kota Batu tinggal diam. Bawaslu Kota Batu menggandeng mahasiswa dan mensosialisasikan kepada lembaga.

Ketua Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman mengatakan, saat ini sudah ada 50 anggota yang tergabung dalam Pemantau Pemilu. "Ya awalnya memang tidak ada yang berminat. Kami terus lakukan sosialisasi tentang ini, dan mendekati mahasiswa serta lembaga," kata Rochman, Senin (8/4/2019).

Dikatakannya, anggota dari Pemantau Pemilu ini dari berbagai lembaga. Ada dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), GP Anshor, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan lainnya.

Ia menjelaskan, tugas dari Pemantau Pemilu ini adalah memantau dan melaporkan apabila ada dugaan pelanggaran. "Tugasnya mobile, tetapi ada aturan yang tidak diboleh dilakukan sama mereka. Seperti masuk ke dalam TPS, tetapi memantau di TPS boleh," ungkapnya.

Adapun yang tidak boleh dilakukan oleh pemantau pemilu, di antaranya mencampuri pelaksanaan tugas dan wewenang penyelenggara, mempengaruhi pemilih dalam penggunaan hak pilih, dan lainnya.

Kewajiban bagi pemantau pemilu di antaranya melaporkan hasil akhir pemantauan pelaksanaan Pemilu kepada Bawaslu, Bawaslu Provinsi, atau Bawaslu Kabupaten dan Kota. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved