Politeknik Negeri Malang

Dr Nurafni Eltivia: Perlu Transformasi Pendidikan Tinggi di Akuntansi

Dosen Akuntansi Polinema, Dr Nurafni Eltivia MSA, mengangkat orasi ilmiah "Transformasi Pendidikan Tinggi Akuntansi Dengan Education 4.0.

Dr Nurafni Eltivia: Perlu Transformasi Pendidikan Tinggi di Akuntansi - graha-polinema-jalan-soekarno-hatta-kota-malang-5.jpg
Hayu Yudha Prabowo
ORASI ILMIAH - Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema), Nurafni Eltivia dalam Orasi Ilmiah, rangkaian kegiatan Diesnatalis Ke - 37 Polinema di Graha Polinema, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (8/4/2019).
Dr Nurafni Eltivia: Perlu Transformasi Pendidikan Tinggi di Akuntansi - kementerian-pendidikan-dan-kebudayaan-ri-ananto-kusumo-seta.jpg
Hayu Yudha Prabowo
KULIAH TAMU - Staf ahli bidang daya saing dan inovasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ananto Kusumo Seta memberikan kuliah tamu dalam Orasi Ilmiah, Rangkaian kegiatan Diesnatalis Ke - 37 Politeknik Negeri Malang Polinema di Graha Polinema, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (8/4/2019).
Dr Nurafni Eltivia: Perlu Transformasi Pendidikan Tinggi di Akuntansi - direktur-politeknik-negeri-malang-polinema-awan-setiawan-5.jpg
Hayu Yudha Prabowo
CINDERA MATA - Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Awan Setiawan menyerahkan cinderaata pada Staf ahli bidang daya saing dan inovasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ananto Kusumo Seta usai memberikan kuliah tamu dalam Orasi Ilmiah, Rangkaian kegiatan Diesnatalis Ke - 37 Polinema di Graha Polinema, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (8/4/2019).
Dr Nurafni Eltivia: Perlu Transformasi Pendidikan Tinggi di Akuntansi - dies-natalis-ribuan-civitas-akademika-politeknik-negeri-malang-polinema.jpg
Hayu Yudha Prabowo
DIES NATALIS - Ribuan Civitas Akademika Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan tamu undangan menyimak acara Orasi Ilmiah, rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-37 Polinema di Graha Polinema, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (8/4/2019).
Dr Nurafni Eltivia: Perlu Transformasi Pendidikan Tinggi di Akuntansi - direktur-politeknik-negeri-malang-polinema-awan-setiawan.jpg
Hayu Yudha Prabowo
SAMBUTAN - Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Awan Setiawan memberikan sambutan dalam Orasi Ilmiah rangkaian kegiatan Diesnatalis Ke - 37 Polinema di Graha Polinema, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (8/4/2019).

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Rapat terbuka senat dalam rangka Dies Natalies Politeknik Negeri Malang (Polinema) ke 37 diisi orasi ilmiah dari dua dosen Polinema, Senin (8/4/2019) di Graha Polinema.

Dosen Akuntansi Polinema, Dr Nurafni Eltivia MSA Ak CFPR CA CSRS CSRA mengangkat orasi ilmiah "Transformasi Pendidikan Tinggi Akuntansi Dengan Education 4.0.

"Saat ini, perkembangan cepat karena TI. Sehingga tak ada kepastian pada tenaga kerja yang dibutuhkan. Bagi peserta didik dan pendidik," papar Nurafni. Karena itu diperlukan transformasi pendidikan tinggi di bidang akuntansi.

"Mahasiswa harus jadi orang yang dinamis karena perubahan terjadi dengan cepat. Jika pendidik sudah open minded maka begitu juga dengan mahasiswa," katanya.

Terkait metode pembelajarannya di era ini, maka perlu perubahan kurikukulum. "Jika pembelajaran kurang mendukung dengan kondisi terkini, maka lulusan siap kerja hanya diawang-awang," jelasnya.

Karena itu perlu forecasting dengan lewat fokus grup diskusi terbatas dengan alumni, user apa yang dibutuhkan lima sampai 10 tahun mendatang. Karena perubahan dan inovasi yang berlangsung cepat, maka metode pembelajaran turut juga bertransformasi di era 4.0. Di sisi lain, dosen masih banyak mengajar konvensional. Hal ini menimbulkan praktik dan pendidikan akuntansi akan menimbulkan kesenjangan.

"Jika siap bersaing, maka teknologi harus dibiasakan di kelas agar siap bekerja nantinya. Antara teknologi informasi dan pendidikan akuntansi bisa bersinergi," kata Nurafni.

Dijelaskan, mahasiswa berbeda generasi dengan pendidiknya, baik dari cara interaksi dan komunikasi. Jika IT dimasukkan, maka mahasiswa lebih merasa nyaman. Sebab pendidikan perlu merefleksikan kondisi terkini.

Karena itu perlu evaluasi kurikulumnya. Termasuk juga penggunaan kecakapan buatan bisa diadopsi dalam sistem pembelajaran akuntansi sesuai dengan karakter mhs yang merupakan generasi Z.

Namun mahasiswa tak hanya diberi hardskills. Tapi juga soft skills. Keduanya dibutuhkan. Tapi dengan soft skills nya, lulusan akan mampu bertahan dalam kondisi itu.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved