Rumah Politik Jatim

Pemilu 2019, Dua Dapil Di Sidoarjo Rawan Politik Uang

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo telah memetakan daerah-daerah yang berpotensi rawan money politic atau politik uang.

Pemilu 2019, Dua Dapil Di Sidoarjo Rawan Politik Uang
suryamalang.com/Danendra Kusuma
Ilustrasi Pemilu 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Pelaksanaan pemilu 2019 semakin dekat, potensi-potensi kecurangan pun semakin kentara. Bahkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo telah memetakan daerah-daerah yang berpotensi rawan money politic atau politik uang.

Dari enam daerah pilihan (dapil) yang ada, ada dua dapil disebut-sebut paling rawan. Yakni dapil 2 meliputi Kecamatan Candi, Tanggulangin, Porong, dan Jabon. Serta dapil 5 yang meliputi Kecamatan Sukodono dan Taman.

Dapil 2 masuk kategori rawan karena pertarungan di sana cukup sengit. Ada sekitar 10 orang incumbent yang kembali mencalonkan diri sebagai legislatif melalui daerah ini. Belum lagi calon-calon baru yang terbilang cukup kuat. Padahal, hanya delapan kursi jatah dari dapil tersebut.

Sedangkan dapil 5, terbilang rawan karena juga ada beberapa tokoh masyarakat yang maju bersaing dengan beberapa incumbent serta politisi-politisi ternama di Kota Delta.

"Ya, pantauan Bawaslu memang dua dapil itu sangat ketat kondisinya. Pertarungan di sana cukup sengit," ungkap Ketua Bawaslu Sidoarjo, Haidar Munjid

Melihat potensi itu, Bawaslu pun mengaku lebih maksimal dalam melakukan pengawasan di dua dapil tersebut. Utamanya untuk mencegah terjadinya serangan fajar, serta praktik-praktik politik uang lain yang berpotensi terjadi di sana.

Haidar mengaku, pihaknya telah mempersiapkan timnya mulai dari pengawas kota hingga pengawas di TPS. Tapi bukan berarti daerah lain tidak diawasi, semua dipelototi oleh petugas. Hanya saja, daerah yang potensinya lebih besar pengawasannya juga lebih intensif.

"Selain pengawas ditingkat TPS, kecamatan dan Kota, Bawaslu juga menggandeng jajaran kepolisian dan KPU serta tokoh masyarakat untuk sama-sama menjaga agar pelaksanaan pemilu tahun ini berjalan aman, damai, dan lancar," lanjut dia.

Dalam pengawasan dan pencegahan praktik money politic, diungkapkannya bahwa Bawaslu juga berkeliling menggunakan Mobil Patroli Bersama. Enam mobil patroli yang disediakan oleh Bawaslu Pusat akan dimaksimalkan saat hari tenang pemilu.

Selain patroli di hari tenang, Bawaslu juga akan menggelar apel kesiapan bagi ribuan pengawas yang tersebar dimasing-masing Tempat Pemungutan Suara di Sidoarjo.

"Kurang lebih 5.579 pengawas yang tersebar di TPS yang ada di 349 desa, 18 Kecamatan Se-Kabupaten Sidoarjo akan kami persiapkan untuk menyambut pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 ini," tambahnya. 

Di sisi lain, Bawaslu juga mempersilakan warga untuk melapor lewat hotline yang ada jika melihat atau mengetahui ada pelanggaran. Khususnya politik uang.

"Kami membuka lebar pintu laporan bagi warga yang menemukan bentuk pelanggaran money politik jelang pemilu nanti. Bawaslu berjanji akan menindaklanjuti semua aduan atau laporan yang masuk," tandasnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved