Malang Raya

Penjelasan Gubernur Khofifah Soal KEK Singosari, Malang

Khofifah Indar Parawansa akan membahas progres Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Jatim.

Penjelasan Gubernur Khofifah Soal KEK Singosari, Malang
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa akan membahas progres Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Jatim pada Selasa (9/4/2019).

“Kami akan koordinasikan lagi KEK Singosari dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.”

“Saya akan jelaskan detail plannya setelah pembukaan Musrenbang,” terang Khofifah kepada SURYAMALANG.COM, Senin (8/4/2019).

Khofifah menyebut pemetaan lebih detail dari seluruh kawasan penting dilakukan.

Untuk itu pihaknya ingin melakukan pendekatan pembangunan kewilayahan.

Khofifah yakin KEK akan memudahkan bagi siapapun untuk berinvestasi.

Khofifah mencontohkan keberadaan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) adalah secuil gambaran KEK Singosari di masa depan.

“Kalau ada kawasan khusus, maka fasilitasnya juga akan terintegrasi.”

“Selain itu ada kemudahan dan efisiensi yang bisa mengurangi seluruh production cost (ongkos produksi) dan operational cost (ongkos operasional) seluruh industri yang ada di kawasan itu,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto berupaya menghadirkan para pelaku industri kreatif di wilayah KEK.

“KEK Singosari ada tiga zona yang ditangani, yaitu zona pariwisata, zona pengembangan teknologi atau techno park, dan ketiga industri kreatif,” tutur Tomie.

Tomie menambahkan pihaknya juga menyasar para start up atau pelaku industri kreatif dari kalangan muda.

Dia membeberkan, selama ini aplikasi penyedia jasa online seperti bukalapak, tokopedia, traveloka, serta aplikasi lainnya turut memudahkan masyarakat.

“Ini yang akan kami kembangkan di KEK. Nanti kami beri wadah kepada anak muda yang berpotensi, baik lulusan SMA maupun perguruan tinggi.”

“Jadi sleain untuk diri sendiri, pendapatan lewat industri kreatif tersebut juga berkontribusi untuk daerah,” tuturnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved