Kabar Trenggalek

Bibit Durian Ripto Asal Trenggalek Banyak Diburu Penggemar Durian Seluruh Indonesia, Ini Istimewanya

Karena kualitasnya, benih durian ripto salah satu yang paling diburu. Benihnya kini dikirim hingga ke luar pulau Jawa.

Bibit Durian Ripto Asal Trenggalek Banyak Diburu Penggemar Durian Seluruh Indonesia, Ini Istimewanya
suryamalang.com/David Yohanes
Yoyok Muhtar Rifai (41) berada di antara bibit durian ripto yang dikembangkan di belakang rumahnya, Rabu (10/4). Bibit durian unggul asal Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek ini dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mempunyai hutan durian terluas di Indonesia. Ada ratusan varian durian dihasilkan dari kecamatan ini. Namun nama durian ripto seolah menjadi simbol kualitas durian Watulimo.

Nama ripto diambil dari pemiliknya, almarhum Suripto yang meninggal akhir 2018 silam. Karena kualitasnya, benih durian ini salah satu yang paling diburu. Benihnya kini dikirim hingga ke luar pulau Jawa.

Durian ini tidak terlalu besar, hanya 1,5 kilogram hingga 2 kilogram. Warnanya kuning dengan rasa yang manis serta beraroma harum. Jika sudah masak, warna kulitnya berwarna kekuning-kuningan.

"Ciri khasnya, durian ripto mempunyai cincin di pangkal tangkainya," terang
Yoyok Muhtar Rifai (41), pengembang durian ripto asal Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Durian ripto mulai dikenal tahun 2003, saat kontes durian di Kabupaten Trenggalek. Saat itu ripto keluar sebagai pemenang. Sampel buah durian ripto kemudian dibawa ke Balai Pengawasan Sertivikasi Benih (BPSB) Provinsi Jawa Timur, untuk mencari bibit unggul.

Sejarah ripto pun digali, letak geografis, serta pohon induk tunggal juga dicari. Laporan ilmiah itu kemudian dipresentasikan ke Kementerian Pertanian untuk diuji, bersama sampel buah. Tim penguji saat itu sepakat melepas varietas ripto.

"Secara resmi varietas ripto mendapat sertifikat dari BPSB tahun 2005. Sejak saat itu orang mulai penasaran dengan durian ripto," sambung Yoyok.

Durian ripto pun mulai diburu para penggemar durian. Berbekal sertifikat dari BPSB Dinas Pertanian Provinsi, anak bungsu Soeripto, Winoto mulai memproduksi benih. Benih itu kemudian dijual bebas, dengan label resmi dari BPSP, lengkap dengan SK Gubernur Jatim.

Pada perkembangannya, Winoto menggandeng Yoyok untuk bekerja sama. Yoyok dianggap mumpuni karena menguasai teknik "top working" atau menyambung tunas. Dua tahun lalu keduanya mulai memproduksi bersama.

"Saya kan butuh legalitas benih yang dimiliki mas Winoto. Sementara saya punya skill dan alatnya," ujar Yoyok.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved