Kabar Surabaya

Kronologi Tiga Perempuan asal Semarang Dihukum Seumur Hidup di Surabaya

Tiga wanita asal Semarang, bernama Aliefianti Amalia, Nina Arismawati dan Amalia Munidawati Nura bernasib tragis.

Kronologi Tiga Perempuan asal Semarang Dihukum Seumur Hidup di Surabaya
Syamsul Arifin
Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis hukuman mati untuk tiga terdakwa: Aliefianti Amalia, Nina Arismawati, dan Amalia Munidawati Nura, 10 April 2019. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tiga perempuan asal Semarang bernama Aliefianti Amalia, Nina Arismawati dan Amalia Munidawati Nura bernasib tragis.

Mereka tak menyangka perbuatannya divonis oleh majelis hakim PN Surabaya dengan hukuman penjara seumur hidup, Rabu, (10/4/2019).

Mereka merasa bahwa hukuman yang diterimanya ini sangat berat. Peristiwa ini bermula saat terdakwa pihak kepolisian dari Polda Jatim menangkap Aliefianti Nina dan Nura di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah pada 21 Agustus 2018 lalu.

Ada Bukti Video Hubungan Intim Kadishub Bojonegoro & Kadinsos Kota Pasuruan, Istri Lapor Polda Jatim

Hakim Surabaya Hukum Seumur Hidup Tiga Perempuan Muda: Aliefianti, Arismawati dan Munidawati

Saat Aliefianti mendapat telepon dari Topan (DPO) untuk mengambil barang haram itu di Pontianak, Kalimantan Barat. Aliefianti pun mengajak Nina dan Nura karena dijanjikan akan mendapat upah Rp 20 juta.

Sepulang dari Pontianak, anggota Polda Jatim pun menangkap ketiganya di parkiran Pelabuhan. Tidak hanya itu, Aliefianti mengaku bahwa barang haram itu akan diedarkan di Kota Mojokerto.

Saat digeledah ditemukan dua bungkus besar berisikan Narkotika jenis sabu-sabu di dalam tas kain warna putih kombinasi merah yang dibawa oleh terdakwa Aliefianti dan empat bungkus besar berisikan Sabu yang ada di dalam kardus warna putih kombinasi hijau merk Yu Tian Huang.

Kemudian enam bungkus besar yang berisi sabu di dalam kardus buah warna putih merk Pear, total Narkotika jenis Shabu sebanyak 12 bungkus yang di lakban warna coklat dengan berat kotor 13,558 kilogram.

Usai menangkap ketiga wanita tersebut, petugas masih menyisir terdakwa lainnya, Terbukti, dua terdakwa Budi Santoso dan Enik Setiyawati menelepon tiga wanita itu untuk menerima sabu tersebut di Mojokerto.

Bersama petugas, ketiga wanita pesakitan ini sepakat untuk bertemu Budi dan Enik di hotel Surya Mojopahit, Mojokerto.

Sesampainya di hotel, Budi dan Enik diciduk oleh Ditresnarkoba Polda Jatim. Hingga kini Topan masih berstatus buron. Syamsul Arifin

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved