Sabtu, 11 April 2026

Kabar Madiun

Seram! Ada Bau Kotoran Kelelawar di Gedung SMPN 2 Kare Madiun

Kondisi sejumlah ruang di SMPN 2 Kare, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa ruang di sekolah tersebut menjadi sarang kelelawar

Penulis: rahadian bagus priambodo | Editor: yuli
rahadian bagus
RUSAK - SMPN 2 Kare, yang berada di Desa Morang, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk kegiatan belajar. Namun, tidak di SMPN 2 Kare yang berada di Desa Morang Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Kondisi sejumlah ruang di SMPN 2 Kare, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa ruang di sekolah tersebut  menjadi sarang kelelawar sehingga ruangan menjadi bau pesing akibat kotoran kelelawar.

Pantauan reporter Suryamalang.com di sekolah tersebut, Rabu (10/4/2019) siang, sekilas kondisi bangunan sekolah tampak masih kokoh seperti bangunan sekolah pada umumnya. Namun, ketika diamati secara seksama, sekolah ini tampak seperti tidak terawat.

Pada bagian timur sskolah, yakni pada dinding berlapis keramik bertuliskan nama sekolah dan alamat tampak sudah rusak. Beberapa huruf pada tulisan yang tertempel di dinding keramik tampak terlepas, dan dibiarkan begitu saja.

Ketika masuk ke dalam area gedung sekolah, tampak beberapa plafon pada ruang guru jebol. Selain itu, kayu rangka pintu dan jendela juga tampak lapuk dan sebagian dimakan rayap. Beberapa kaca jendela juga pecah.

Beberapa ruangan, misalnya di ruang guru, ruang tata usaha, ruang kelas IX A dan IX D, terdengar suara kawanan kelelawar yang terbang di atas plafon. Aroma pesing yang berasal dari kotoran kelelawar pun tercium.

Dari empat ruang yang menjadi sarang kelelawar itu, satu ruang kelas yakni kelas 9 D terpaksa ditutup dan sudah tidak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar lagi. Sebab, selain menjadi sarang kelelawar, plafon di ruangan ini sudah rusak.

"Yang rusak ada dua ruang kelas, ruang kelas 9 A dan ruang kelas 9 D. Yang ruang 9 D, kami kosongkan. Kebetulaan kelasnya cuma sampai C, jadi tidak masalah," kata Kepala SMPN 2 Kare, Minarti, saat ditemui di lokasi.

Minarti, yang mengaku belum genap setahun menjabat kepala sekolah di SMPN 2 Kare, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sebelum ia menjabat sebagai kepala sekolah.

Ia mengakui, kondisi gedung memang ada beberapa yang rusak. Selain rangka pintu dan jendela yang keropos, hingga bagian atap plafon yang jebol.

Meski banyak yang rusak, namun Minarti mengklaim hal itu tidak menganggu atau mengurangi semangat siswa untuk belajar. Justru yang menganggu aktifitas belajar adalah suara bising dari kawanan kelelawar yang bersarang di dalam atas plafon dan juga aroma kotoran kelelawar.

Ia mengaku sudah melakukan beberapa upaya untuk membersihkan kotoran kelelawar yang menimbulkan bau tak sedap. " Setiap Jumat, kami ada gerakan bersih-bersih, termasuk membersihkan kotoran kelelawar," jelas dia.

Mengenai kerusakan bangunan, pihak sekolah telah mengajukan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Ada empat ruang yang perlu segera diperbaiki yakni ruang kelas 9 A, 9 D, ruang guru, dan ruang TU.

"Katanya kami akan mendapatkan bantuan untuk tahun anggaran 2020. Tahun 2018 kemarin sudah kami usulkan, untuk perbaikan kelas mungkin akhir triwulan tahun ini baru bisa diperbaiki," jelasnya.

Selain perbaikan di ruangan kelas, ruang guru, dan ruang TU, Minarti juga mengajukan untuk pembutan pagar permanen pada bagian barat sekolah untuk menghalau air hujan. Sebab, selama ini, apabila terjadi hujan deras, air hujan akan mengenangi lantai perpustakaan dan ruang guru.

Dia menuturkan jumlah murid SMPN 2 Kare tahun ini ada 250 orang. Ada sembilan kelas yang digunakan untuk aktivitas belajar mengajar, satu jenjang ada tiga kelas.

Ia berharap bantuan untuk renovasi gedung SMPN 2 Kare bisa segera terealisasi agar aktivitas murid belajar di sekolah tidak terganggu dan bisa nyaman.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved