Kabar Mojokerto

Terpeleset, Pekerja Perawatan Jembatan Di Mojokerto Tercebur Dan Hanyut Di Sungai Brantas

Islafudin (21) pekerja pengencangan baut jembatan tercebur dan hanyut di Sungai Brantas yang hingga kini tubuhnya belum diketemukan.

Terpeleset, Pekerja Perawatan Jembatan Di Mojokerto Tercebur Dan Hanyut Di Sungai Brantas
suryamalang.com/Danendra Kusuma
Tim SAR Mojokerto melakukan penyisiran di sungai Brantas mencari tubuh korban pekerja jembatan yang jatuh tenggelam. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Islafudin (21) pekerja pengencangan baut jembatan tercebur dan hanyut di Sungai Brantas. Hingga kini, tubuh warga Dusun Krajan Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban ini belum ditemukan.

Saksi mata sekaligus rekan kerja Islafudin, Harianto (27) mengatakan, kejadian itu terjadi Selasa (9/4) sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu Islafudin hendak beristirahat setelah bekerja sejak pagi.

"Islafudin mengencangkan baut jembatan bagian bawah. Karena sudah pukul 15.45 WIB, dia naik ke atas jembatan untuk beristirahat. Namun, naas saat naik, dia terpeleset dam jatuh ke jaring pengaman. Tetapi tali jaring pengaman terlepas, kemudian tubuhnya tercebur ke sungai. Islafudin sempat berteriak meminta tolong," kata Harianto, Rabu (10/4).

Islafudin mengencangkan baut Jembatan Panjang yang berada si Desa Ngrame Kecamatan, Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Mendengar teriakan Islafudin, Harianto berusaha menolongnya dengan menceburkan diri ke sungai. Karena saat itu arus Sungai Brantas cukup deras, dirinya tak dapat meraih tangan Islafudin.

"Karena arus deras saya tak bisa meraih tangannya. Saya sempat ikut terbawa arus. Namun, saya berhasil menepi. Saat mengencangkan baut Islafudin mengenakanpengaman lengkap. Karena istirahat pengaman itu dilepas ," ucapnya.

Harianto mengungkapkan, bila Islafudin tak bisa berenang. Karena hal itulah, Harianto spontan berusaha menyelamatkan Islafudin.

"Dia tidak bisa berenang. Islafudin juga sempat berkata kepada kami 'seandainya tercebur mungkin saya akan mati. Karena saya tidak bisa berenang'. Dia mungkin telah mempunyai firasat," ucapnya.

Sementara Kapolsek Pungging, AKP Suwiji mengatakan, di pencarian hari ke dua pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Tim Sar dan relawan. Tiga perahu karet diterjunkan untuk menyisir Sungai Brantas.

"Tim Sar melakukan penyisiran dengan menggunakan 3 perahu karet. Selain itu kami juga berkoordinasi dengan Polsek  Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Sebab, arus sungai Brantas mengarah ke wilayah Sidoarjo Kami meminta bantuan agar pihak Polsek Krembung menginfokan ke warga apabila menemukan korban bisa melaporkan ke kami," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved