Malang Raya

Balai Arkeologi Yogyakarta Mulai Menggali Manual dan Vertikal di Situs Sekaran, Malang

fokus menemukan lapisan budaya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis, Malang.

Balai Arkeologi Yogyakarta Mulai Menggali Manual dan Vertikal di Situs Sekaran, Malang
hayu yudha prabowo
PAGARI SITUS SEKARAN - Pengunjung menerobos garis pembatas Situs Sekaran yang diduga dari era Pra Majapahit di Proyek Tol Malang-Pandaan Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (25/3/2019). Warga desa setempat secara swadaya memagari situs ini untuk melindungi situs dari pengunjung yang nekat masuk garis pembatas. 

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta mulai  ekskavasi atau penggalian lanjutan untuk mengungkap teka-teki Situs Sekaran yang berada di Kilometer 37 Tol Pandaan-Malang.

Proses ekskavasi tersebut akan dikerjakan secara manual dan fokus menemukan lapisan budaya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis, Malang.

"Kami manual saja dan untuk ekskavasinya kami vertikal tidak horisontal lagi," kata Ketua Tim Penelitian Penjajagan Situs Sekaran, Herry Priswanto, Kamis (11/4/2019).

Ia menambahkan penelitian dan penjajagan oleh Balar Yogyakarta akan berlangsung selama enam hari sejak Kamis hingga Senin (15/4) mendatang.

Selain para arkeolog, proses ekskavasi akan dibantu oleh warga sekitar dan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM).

"Kami nanti akan dibantu oleh warga dan mahasiswa UM," ucapnya.

Herry menerangkan kesimpulan awal terkait bangunan apakah di Situs Sekaran bisa diperoleh dalam waktu 2-3 hari mendatang. Nantinya, lapisan budaya yang ditemukan akan dilakukan uji karbon untuk menentukan periodesasi temuan.

"Ada dua tujuan kami yakni memperjelas temuan BPCB dan mendapatkan potensi akademis dari Situs Sekaran. Setelah lapisan budaya ditemukan maka akan kami lakukan uji karbon untuk menentukan periodesasinya," ucap Herry.

Sebelumnya, BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi penyelamatan di Situs Sekaran. Hasil ekskavasi menyimpulkan sementara bahwa situs tersebut adalah tempat peribadatan dan peninggalan kerajaan Singasari.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved