Breaking News:

Rumah Politik Jatim

Polres Malang Kota Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019, Beri Kepastian Keamanan Pada Warga

Dalam simulasi itu, jajaran anggota kepolisian baik dari Polres Malang Kota maupun Brimob Polda Jawa Timur melakukan antisipasi untuk menjaga keamanan

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Simulasi pengamanan Pemilu yang dilakukan oleh Polres Malang Kota, Kamis (11/4). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Puluhan massa lengkap dengan menggunakan spanduk melakukan aksi demo di Jalan Ijen Kota Malang, Kamis (11/4). Aksi mereka kemudian dihadang oleh puluhan Polisi yang sedang berjaga di sana.

Beberapa dari massa tersebut ada yang melakukan tindakan anarkis dengan melemparkan apapun kepada polisi. Dengan menggunakan tameng, para polisi menghadang lemparan dari massa tersebut. Bahkan, polisi sampai menyemprotkan gas air mata ke arah massa.

Hingga massa bergerak mundur dan beberapa ada yang terjatuh dan tergeletak di jalan raya.

Aksi tersebut merupakan adegan dari simulasi yang digelar oleh Polres Malang Kota dalam menghadapi Pemilu pada 17 April nanti.

Dalam simulasi tersebut, jajaran anggota kepolisian baik dari Polres Malang Kota maupun Brimob Polda Jawa Timur melakukan antisipasi untuk menjaga ketertiban. Mulai dari simulasi pendistribusian surat suara, masa tenang kampanye, hingga pada saat pencoblosan.

Kapores Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, dalam menjaga Pemilu 2019 ini pihaknya tidak akan menganggap bahwa Kota Malang ini tidak selamanya akan kondusif. "Kami harus mempunyai prediksi, melihat hal yang jelek sehingga kami dapat mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai subclass untuk menunjukkan bahwa TNI/Polri dan elemen masyarakat siap untuk mengamankan agenda nasional ini di tahun 2019.

Dijelaskan Asfuri, TPS-TPS, dan posko kemenangan yang ada di Kota Malang nanti akan ikut dipantau. Antisipasinya ialah dengan menempatkan beberapa personel.

"Jumlah personel yang akan kami terjunkan dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 826 Polri, dua SSK, Linmas dan bantuan dari Satpol PP atupun elemen lainnya," ujarnya.

Untuk di Kota Malang sendiri, kata Asfuri, tidak ada titik-titik kerawanan yang patut diwaspadai. Meskipun demikian, pihaknya sudah siapa melakukan antisipasi dengan melakukan Sispamkota atau Sistem Pengamanan Kota.

"Kami akan menempatkan pasukan yang sudah standby di Polresta ataupun Polsek untuk melakukan penanganan apabila di satu titik ada peristiwa yang perlu untuk ditangani," imbuhnya.

Asfuri juga mengimbau kepada masyarakat di Kota Malang agar menggunakan hak pilihnya pada tanggal 17 April nanti. Dia berharap, partisipasi dari masyarakat Kota Malang tinggi guna menentukan pemimpin untuk masa depan Bangsa Indonesia.

"Semoga, masyarakat tidak termakan dengan adanya informasi-informasi Hoax di media sosial, mudah-mudahan hal itu tidak terjadi di di kota Malang dan kami ingin bersinergi bersama-sama untuk menjaga kota Malang ini," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved