Nasional

Cara Keji Kodok Bunuh Mahasiswi Undiksha Bali, Mulai Dibekap, Dicekik, sampai Leher Dipukul

Diduga selingkuh, Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) dibunuh oleh kekasihnya berinisial KIJ alias Kodok (21).

Cara Keji Kodok Bunuh Mahasiswi Undiksha Bali, Mulai Dibekap, Dicekik, sampai Leher Dipukul
Facebook.com
Ayu Serly Mahardika semasa hidup. 

SURYAMALANG.COM – Diduga selingkuh, Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) dibunuh oleh kekasihnya berinisial KIJ alias Kodok (21).

Mayat mahasiswi Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja ini ditemukan di kamar kosnya di Jalan Wijaya Kusuma, Buleleng, Bali, Kamis (11/4/2019) siang.

Kodok membunuh kekasihnya usai menduga korban selingkuh dengan pria lain.

Awalnya Kodok membekap korban menggunakan bantal, Senin (18/4/2019) pukul 18.00 Wita.

Karena korban melawan, Kodok nekat mencekik korban.

“Dilihat nadinya masih bergerak, pelaku memukul leher korban dua sampai tiga kali. Sampai akhirnya korban meninggal dunia,” kata Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, Kapolsek Kota Singaraja, Jumat (12/4/2019)

Usai menghabisi korban, Kodok  memposisikan tubuh korban layaknya sedang tidur.

Kepala Serli direbahkan di bantal, dan tubuhnya dibungkus dengan selimut.

Kodok meninggalkan kos tersebut sekitar pukul 19.00 Wita.

Kodok mengunci pintu kamar korban dari luar, lalu bergegas melarikan diri ke Tabanan.

Jenazah Serli ditemukan dalam kondisi membusuk pada Kamis (11/4/2019).

Jenazah Serli pertama kali ditemukan teman kuliahnya bernama Meda (20) dan Albert (20).

Jenazah korban langsung dikirim ke RSUP Sanglah Denpasar untuk diautopsi.

Sebelumnya, orang tua Serli minta kepada Meda untuk mengecek keberadaan sang anak, sebab sudah beberapa hari nomor teleponnya tidak aktif.

Atas permintaan itulah Meda mengajak Albert serta dua rekan kuliah mereka untuk mencari Serli di kosnya.

“Kami dapat kunci kosnya berada di sela jendela kamar.”

“Saat baru buka pintu kamar kosnya setengah, kami mencium aroma busuk.”

“Akhirnya kami tidak berani masuk, dan langsung mencari keluarga Serli di daerah Banyuning.”

“Keluarga Serli itulah yang menghubungi polisi,” kata Albert.

Menurut Albert, Serli terakhir kali mengikuti perkuliahan pada Senin (8/4/2019) pagi.

Saat itu raut wajahnya saat itu tampak ceria.

“Saya tidak tahu apakah Serli bertengkar dengan pacarnya atau tidak. Serli orangnya sangat tertutup,” kata Albert.

Wakapolres Buleleng, Kompol Ronny Riantoko mengungkapkan Kodok ditangkap tiga jam setelah polisi menerima laporan penemuan mayat Serli.

Kompol Ronny enggan membeberkan penyebab kematian korban.

Pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari RSUP Sanglah.

“Korban ditemukan tewas di atas kasur. Diduga korban meninggal pada Senin (8/4/2019).”

“Kami juga masih menggali keterangan dari teman dekat korban (KI, red). Dan yang bisa kami jadikan petunjuk baru hasil olah TKP,” tuturnya.

Didengar Bertengkar

Pemilik kos, Kadek Sura Nugraha mengatakan Serli tinggal di kamar kos nomor 2.5 sejak Juli 2018.

Wanita itu agak tertutup dalam pergaulan, dan jarang berinteraksi dengan tetangga kos lainnya.

Sekitar satu bulan lalu, tetangga kos sempat melaporkan kepada Nugraha jika Serli bertengkar dengan kekasihnya, KI.

“Pernah sekali saya dengar dari anak kos yang kamarnya di bawah, katanya ada ribut.”

“Saya tidak tahu pasti ributnya itu seperti, apa hanya dibilang ribut saja,” kata Nugraha.

Nugraha mengakui KI beberapa kali terlihat mendatangi kamar kos korban.

Sebagai pemilik kos, Nugraha bertindak wajar, seperti menanyakan maksud kedatangan KI di kos-kosan dengan jumlah kamar sebanyak 9 unit tersebut.

“Saya pernah berpapasan, dan ngomong dengan pacarnya.”

“Kebetulan saya juga dimintai tolong oleh ibu korban untuk melihat anaknya.”

“Mungkin karena ibunya agak protektif. Saya datangi kamarnya, dan ngobrol dengan pacarnya, saya tanya ada perlu apa. Biasalah,” ungkapnya.

Pascakejadian ini, Nugraha akan menggelar upacara pecaruan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

“Ini kan masih ada police line. Nanti ketika sudah dibuka, saya akan gelar upacara, pasti ajan berkoordinasi dengan keluarganya,” terang Nugraha.

Sementara kakek korban, Ketut Pujawan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.

Menurutnya, Serli merupakan cucu yang baik.

“Dia hanya satu tahun tinggal di rumah saya, setelah itu dia memutuskan untuk kos.”

“Anaknya baik sekali. Hanya setelah ngekos itu kami jarang bertemu. Serli cucu jauh saya,” kata Pujawan.

Sementara Kelian Banjar Dinas Senganan Kangin, I Made Sukarmayasa menyatakan, Serli adalah anak kedua dari pasangan I Nyoman Suastika dan Ni Nyoman Sarini.

Ayahnya merupakan Kepala SMPN 1 Baturiti.

Menurutnya, Serli  memiliki kakak laki-laki yang baru saja menikah.

“Itu warga saya, dan dia orangnya biasa-biasa saja sih tidak ada yang aneh. Tidak pernahlah,” kenangnya.

Sukarmayasa mendengar informasi orangtua Serli sudah ke Singaraja, Buleleng setelah mengetahui anaknya meninggal.

“Untuk proses upacara pengabenannya belum diketahui  karena akan rembug dulu dengan keluarga dan prajuru desa adat,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-bali.com dengan judul BREAKINGNEWS! Kodok Bekap Lalu Cekik Made Serli Hingga Tak Bernyawa karena Tuduh Korban Selingkuh.

Editor: Zainuddin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved