Breaking News:

Malang Raya

Siswa Kelas 12 SMKN 6 Disiapkan Edu dan Job Fair Di Sekolah

Menunggu kelulusan sekolah, siswa kelas 12 SMKN 6 Kota Malang disiapkan kegiatan Edu dan Job Fair di lapangan indoor sekolah.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Wali Kota Malang Sutiaji melihat stand dunia industri di Edu dan Job Fair di SMKN 6 Kota Malang, Senin (15/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Menunggu kelulusan sekolah, siswa kelas 12 SMKN 6 Kota Malang disiapkan kegiatan Edu dan Job Fair di lapangan indoor sekolah.

Acara diselenggarakan selama tiga hari sampai 18 April 2019. Walikota Malang, Sutiaji membuka kegiatan itu, Senin (15/4/2019).

“Kami kerjasama beberapa perguruan tinggi dan industri,” jelas Sidik Priyono, Kepala SMKN 6 kepada SURYAMALANG.COM di sela acara.

Jika ingin meneruskan pendidikan ada informasi perguruan tinggi.

Dan jika ingin  bekerja ada tujuh stand dunia industri (dudi).

“Para siswa kelas 12 sudah selesai UNBK. Jumlahnya 805 siswa dalam dua sesi ujian,” jelasnya.

Pada 2018, sebanyak 438 alumni bekerja, 158 orang wirausaha dan 150 orang tidak bekerja dan sisanya kuliah.

Sedang Walikota Malang, Sutiaji berharap makin banyak alumni yang mandiri dengan bekerja sebagai wirausaha dibanding hanya sebagai pekerja.

“Alhamdullilah, kalau sudah ada yang memiliki usaha start up (rintisan).”

“Saya bangga jika anak-anak bisa berkiprah dengan pekerjaan yang diciptakan sendiri,” kata Walikota.

Meski SMA dan SMK bukan kewenangan Pemkot Malang, namun siswanya kebanyakan warga Kota Malang.

Sehingga diharapkan makin banyak lulusan SMK yang berwirausaha, maka bisa membantu mengurangi pengangguran terbuka di Kota Malang.

Dikatakan Sutiaji, jumlah pengangguran terbukanya sangat tinggi di Jatim.

Termasuk lulusan dari perguruan tinggi.

Dikatakan Sidik, jumlah alumni yang wirausaha sendiri memang masih sedikit dibanding yang bekerja di orang lain.

Namun akan didorong untuk meningkat.

“Di sini kan SMK teknologi. Kalau bidang otomotif bisa wirausaha bengkel.”

“Namun untuk membuat peralatan, butuh modal besar,” katanya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved