Minggu, 3 Mei 2026

Kabar Surabaya

UPDATE Kasus Bayi Tertukar di Surabaya, Pihak RSUD Dr Soetomo Ambil Langkah Tes DNA

Kasus bayi tertukar di Surabaya, masih terus bergulir, saat ini RSUD Dr Soetomo memilih melakukan langkah cepat menyelesaikan kasus ini.

Tayang:
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Dyan Rekohadi
nuraini faiq
HEBOH BAYI YANG TERTUKAR - Pasangan Muhni (55) dan Siti Romlah (44) meragukan bayi yang mereka terima setelah dilahir secara Sectio Caesaria pada Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 19.30 Wib. Awalnya, pihak keluarga mendapat informasi dari perawat RS dr Soetomo bahwa bayi yang dilahirkan perempuan, tetapi bayi yang diterima dua hari kemudian berjenis kelamin laki-laki. 

Laporan wartawan SURYAMALANG.COM Sulvi Sofiana

SURYAMALANG.com - Kasus bayi tertukar di Surabaya, masih terus bergulir, saat ini RSUD Dr Soetomo memilih melakukan langkah cepat menyelesaikan kasus ini.

Langkah tes DNA menjadi pilihan RSUD Dr Soetomo untuk menyelesaikan kasus bayi tertukar di Surabaya yang kini menjadi viral.

Hal itu diungkapkan oleh Humas RSUD Dr Soetomo, dr Pesta Parullian saat ditanya tentang kelanjutan kasus bayi tertukar di Surabaya itu.

Menurut Dr Pesta Parullian, pihak keluarga yang mendapat informasi awal bayi yang dilahirkan perempuan tidak bisa datang ke rumah sakit untuk dikonfirmasi keterangannya.

Hal itu membuat pihak rumah sakit mengambil langkah pembuktian ilmiah untuk mengonfirmasi bahwa bayi yang diterima pasiennya merupakan darah dagingnya.

"Kami bekerjasama dengan badan forensik kedokteran independen untuk menguji darah kedua orang tua dan bayi."

"Tadi ekspertnya yang datang dan mungkin dua mingguan hasilnya keluar,"ujar spesialis anestesi RSUD Dr Soetomo ini ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (16/4/2019) malam. 

HEBOH BAYI YANG TERTUKAR - Pasangan Muhni (55) dan Siti Romlah (44) meragukan bayi yang mereka terima setelah dilahir secara Sectio Caesaria pada Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 19.30 Wib. Awalnya, pihak keluarga mendapat informasi dari perawat RS dr Soetomo bahwa bayi yang dilahirkan perempuan, tetapi bayi yang diterima dua hari kemudian berjenis kelamin laki-laki.
HEBOH BAYI YANG TERTUKAR - Pasangan Muhni (55) dan Siti Romlah (44) meragukan bayi yang mereka terima setelah dilahir secara Sectio Caesaria pada Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 19.30 Wib. Awalnya, pihak keluarga mendapat informasi dari perawat RS dr Soetomo bahwa bayi yang dilahirkan perempuan, tetapi bayi yang diterima dua hari kemudian berjenis kelamin laki-laki. (nuraini faiq)

Dengan pengambilan sampel darah tersebut, lanjutnya, akan diketahui hasil golongan darah hingga DNA orang tua dan bayi, sehingga bisa dibuktikan apakah bayi tersebut benar anak.

"Selama menunggu hasil dan perawatan gabungan ibu dan bayi sudah selesai."

"Bayi boleh dibawa pulang dulu," paparnya.

Karena menjadi prosedur pembuktian RSUD Dr Soetomo, dr Pesta memastikan seluruh biaya ditanggung oleh pihak rumah sakit.

Sebelumnya diberitakan pasangan Muhni (55) dan Siti Romlah (44) meragukan bayi yang mereka terima setelah dilahir secara Sectio Caesaria pada Jumat (12/4) sekitar pukul 19.30 WIB.

Pasalnya pihak keluarga mendapat informasi dari perawat bahwa bayi yang dilakirkan perempuan, tetapi bayi yang diterima dua hari kemudian berjenis laki-laki.

Fakta-fakta Bayi Tertukar di Surabaya, Kecurigaan Keluarga Muncul Karena Ucapan Tetangga

1. Bermula dari Kabar Bahagia

M Sholeh, pengacara keluarga menuturkan, geger 'bayi yang tertukar' itu awalnya didahului dengan berita gembira.

Pasangan dari keluarga sederhana ini sangat merindukan bayi perempuan.

Saat mengandung anak kelima, mereka berharap bayi tersebut perempuan.

Perawat atau dokter pada Jumat malam begitu bayi lahir sesar, mereka memberi tahu ke Mughni, bayinya lahir perempuan.

Namun sang orangtua ini tidak bisa menemui bayinya karena mereka takut.

"Ini dari keluarga kurang mampu," kata Sholeh.

Anam, putra pertama Mughni menuturkan, malam itu orangtuanya ingin mengadzani.

Namun hingga dini hari kemudian baru bisa menggendong anak bayinya.

Saat itu keluarga sudah percaya kalau bayi itu perempuan.

2. Terungkap Berkat Ucapan Tetangga

Peristiwa bayi tertukar di Surabaya ini terungkap karena ucapan para tetangga dan sanak saudara.

Sejumlah saudara dan tetangga berniat menjenguk kelahiran anak kelima pasangan Mughni-Romlah.

Mereka sudah mendapat kabar kalau keluarga ini melahirkan bayi perempuan.

Saat itu, bayi sudah dalam gendongan sang ibu. Apalagi sejumlah famili dan tetangga menjenguk.

"Katanya bayi perempuan. Kok laki-laki," ucap Sholeh menirukan ucapan para tetangga Mughni.

Selain dari wajah cenderung laki-laki, para tetangga kemudian meminta membuka alat kelamin bayi.

Saat itulah sang ibu kaget karena bayi yang semula diberitahukan perawat bayi perempuan, ternyata bayi dari Ny Siti Romlah itu adalah laki-laki.

bayi tertukar di Surabaya
bayi tertukar di Surabaya (suryamalang/ tribun)

3. Pihak Rumah Sakit Menunggu Pencocokan Informasi

RSUD Dr Soetomo masih menunggu perwakilan keluarga bayi yang diduga tertukar selama perawatan di RSUD Dr Soetomo untuk pencocokan informasi.

Humas RSUD Dr Soetomo, dr Pesta Parulian mengungkapkan pihak rumah sakit sudah melihat data administratif dan memanggil petugas medis yang bertugas selama persalinan hingga perawatan bayi.

"Dari kemarin kami sudah mengumpulkan petugas yang bertugas."

"Kami perlu mencocokkan informasi yang kami dapat dengan keluarga pasien."

"Tetapi sampai hari ini keluarganya belum bisa datang. Kalau dari sisi administrasi tidak ada tertukarnya bayi," ujarnya saat ditemui Selasa 16 April 2019.

Menurut Dr Pesta Parulian, keterangan keluarga sangat dibutuhkan untuk mengkonfirmasi keterangan yang diberikan petugas.

"Pembuktian kedua secara ilmiah, bisa tes laboratorium hingga tes canggih. Tergantung perkembangan pembuktian secara administrasi dengan keluarga pasien,"urainya.

Ia menjelaskan pihak rumah sakit juga akan didampingi pengacara jika diperlukan untuk menjelaskan hasil temuan pemeriksaan.

"Ada kemungkinan petugas salah ngomong."

"Masalahnya bayi lahir tidak langsung punya nama, makanya dikasih nama ibunya."

"Dan nama ibu pastinya perempuan, tetapi dari gelang bayi sejak turun di kamar operasi gelangnya biru yang menunjukkan bayi laki-laki,"lanjutnya.

Ia menegaskan selama proses operasi yang tergolong darurat ibu bayi dibius total.

Sementara prosedur RSUD Dr Soetomo tidak memperbolehkan suami mendampingi di dalam ruang operasi.

"Jadi kami masih mengkaji dari mana sumber perbedaan informasi ini."

"Karena secara administrasi sudah benar. Kami usahakan secepatnya tuntas,"paparnya.

5. Keluarga Bayi Ragu

Hingga saat ini, pihak keluarga bayi masih ragu dengan identitas bayi tersebut.

Khoirul Anam (19), anak tertua keluarga menuturkan, orang tuanya sampai saat ini masih ragu kalau bayi tersebut adalah adiknya.

"Kami kok tidak percaya," ungkap Anam kepada SURYA.co.id, Senin (15/4/2019).

Bayi yang hingga kini belum diberi nama itu masih dirawat di RSUD Dr Soetomo.

Di RS milik Pemprov Jatim itu, bayi dari pasangan Muh Mughni dan Siti Romlah, warga Pegirian, Kecamatan Semampir, masih dirawat.

6. Keterangan Pihak RSUD Dr Soetomo

Saat ini pihak RSUD Dr Soetomo masih memeriksa kasus dugaan bayi tertukar di Surabaya ini.

Humas RSUD Dr Soetomo, dr Pesta Parulian, mengungkapkan, proses penanganan bayi setelah operasi caesar dikatakannya sesuai prosedur.

Namun, pihaknya masih menelusuri kebenaran kabar adanya pasien yang merasa mendapat kabar anaknya perempuan tetapi setelah dipertemukan berjenis kelamin laki-laki.

"Kami perlu menelusuri dari mana berita tersebut dan masih memeriksa dokumen rekam medis bayi yang bersangkutan."

"Apakah benar bayi tersebut tertukar atau ada misinformasi," kata Pesta, Senin (15/4/2019).

Penulusuran tersebut meliputi kapan bayi tersebut lahir, siapa dokter yang menganangi hingga perawat yang memberikan informasi.

Dari situ, lanjutnya, bisa diketahui apakah ada informasi yang salah atau belum tepat.

"Kalau nanti harus ada pembuktian, kami bisa buktikan bayi itu tidak tertukar," urainya.

Ia menegaskan hingga Senin (15/4/2019), tidak ada pihak kuasa hukum yang datang ke rumah sakit yang menanyakan kasus tersebut.

Pihaknya juga masih mencari informasi dan keterangan lebih lanjut dari pihak orangtua yang masih mengurus administrasi di rumah sakit.

"Biasanya operasi caesar. Bayi akan segera dipertemukan dengan orangtua dan ditentukan jenis kelaminnya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved