Malang Raya

Kronologi Kebakaran Di Pasar Lawang Malang Versi Pedagang, 13 Kios Milik Abah Maksum Terbakar Habis

Sebanyak 13 Kios milik Abah Maksum (70) ludes terbakar pada Kamis, (18/4). Kebakaran itu melanda Pasar Lawang yang terletak di Kabupaten Malang.

Kronologi Kebakaran Di Pasar Lawang Malang Versi Pedagang, 13 Kios Milik Abah Maksum Terbakar Habis
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Sebanyak 13 Kios milik Abah Maksum (70) yang menjual kain busana di Pasar Lawang Malang ludes terbakar, Kamis (18/4). 

SURYAMALANG.COM, LAWANG - Sebanyak 13 Kios milik Abah Maksum (70) ludes terbakar pada Kamis, (18/4). Kebakaran itu melanda Pasar Lawang yang terletak di Kabupaten Malang. Kebakaran sendiri terjadi pada pukul 19:00 WIB saat kondisi Pasar sedang sepi dari aktifitas jual beli.

Menurut kesaksian dari Abah Maksum, api bersumber dari salah satu kios pedagang yang terletak di lantai dasar.

"Saat itu saya baru selesai Sholat Isya, tiba-tiba ada kobaran api di salah satu kios milik pedagang," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (18/4).

Dijelaskan Abah Maksum, pada saat itu dirinya sedang membereskan kiosnya karena banyak barang dagangannya yang mulai datang. Abah Maksum sendiri merupakan pedagang yang berjualan kain busana di lantai satu Pasar Lawang yang berjualan sejak tahun 1969.

Ia memiliki 13 kios dan semuanya kini telah ludes di lalap oleh si jago merah. "Ketika melihat kepulan asap, saya panik, dan berlari mengamakan barang dagangannya saya," ujarnya.

Dia juga tidak sempat untuk memadamkan api karena pada saat itu tidak ada air di dalam pasar. "Air tidak ada, pedagang yang masih ada di Pasar ya panik semua, misalkan ada yang memadamkan kebakaran saat api masih kecil pasti kebakaran tidak akan membesar seperti ini," ucapnya.

Akibatnya kejadian itu, dia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 1 Miliar. Sementara barang dagangannya yang baru datang tersebut juga ikut ludes terbakar oleh si jago merah. "Padahal itu stok untuk lebaran, tapi semua gosong terbakar," jelasnya.

Tak berselang lama, 17 mobil pemadam kebakaran dari tiga wilayah di Malang Raya datang untuk memadamkan api. Namun mereka kesulitan untuk memadamkan api karena telah membakar beberapa barang yang mudah terbakar.

Sejak pagi tadi, Kamis (18/4), bara api juga masih terlihat di kios-kios pedagang.

Sementara besi dan baja yang menjadi penyangga pasar juga ikut memuai akibat kebakaran yang terjadi di Pasar Lawang. "Ini ada kebakaran besar yang kedua terbesar di Pasar Lawang. Setelah dulu pada tahun 70 an juga pernah ada kebakaran. Tapi ini yang paling besar," ucap Abah Maksum.

Sementara Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Malang, Gholi Karyanto mengatakan, belum padamnya api disebabkan oleh barang-barang yang mudah terbakar.

Hingga saat ini, dirinya sedang melakukan  pembasahan terkait pemadaman api. "Asap masih muncul di beberapa kios milik pedagang. Kami akan melakan pembasahan dengan 17 armada, termasuk bantuan Pemkot Batu, Kota Malang dan PT Bontoel," pungkasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved