Kota Batu

Komposter Anaerob Milik Desa Sumbergondo Kota Batu Tampung Sampah Buah dan Sayur

Komposter ini untuk menampung limbah buah dan sayur yang busuk dari petani menjadi pupuk. Ada empat tempat untuk menampung sampah buah dan sayur ini.

Komposter Anaerob Milik Desa Sumbergondo Kota Batu Tampung Sampah Buah dan Sayur
Sany Eka Putri
Untuk mengurangi kebiasaan buruk petani di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pihak desa membangun komposter anaerob. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Untuk mengurangi kebiasaan buruk petani di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pihak desa membangun komposter anaerob.

Komposter ini untuk menampung limbah buah dan sayur yang busuk dari petani menjadi pupuk. Ada empat tempat untuk menampung sampah buah dan sayur ini. Masing-masing berukuran 3x2 meter dengan tinggi 1,2 meter.

Wadah ini dibangun dari batu bata, lalu disemen. Namun untuk bagian dalamnya tidak perlu disemen, cukup batu bata saja. Lalu bagian bawah dilapisi batu koral. Dari empat wadah ini baru satu yang difungsikan. Wadah itu ditutup rapat dengan tutup yang terbuat dari seng besi.

Di dalamnya sudah ada sayuran yang ditumpuk. Cara kerjanya, sayuran atau buah-buahan yang busuk atau tidak layak dijual, ditaruh di dalam komposter itu. Dibiarkan selama kurang lebih 8 hari.

Anditya Fitrawan, salah satu pengurus Bumdes Rejeki Barokah Desa Sumbergondo, mengatakan, setelah dibiarkan selama 8 hari, akan keluar cairan.

"Cairan itu nanti harus di fermentasi lagi kurang lebih tiga hari. Baru bisa diaplikasikan ke tanaman sebagai pupuk. Kalau mau mengaplikasikan ke tanaman dicampur dengan air," kata dia, Minggu (21/4/2019).

Campurannya yaitu 200 mililiter air dicampur dengan pupuk cair ini sebanyak 25 liter. Adanya komposter ini sebagai solusi agar petani tidak membuang sampah sayur dan buah di sungai. Dikatakannya komposter ini masih uji coba. Baru uji coba selama dua pekan sudah menghasilkan sekitar 75 liter.

"Belum kami jual mbak di Batu. Tetapi beberapa hari lalu sudah ada yang berminat membeli dari Madiun. Kami jual 6000 rupiah per liter nya," imbuhnya.

Komposter ini khusus untuk limbah sayur dan buah saja. Tidak bisa untuk limbah rumah tangga. Karena jika dicampur akan menimbulkan belatung, dan tidak bisa di jadikan pupuk. Berbeda lagi jika dicampur dengan plastik, akan lebih lama untuk proses pembusukan yang bisa dijadikan pupuk. Anggaran yang digunakan untuk membangun wadah ini sekitar Rp 33 juta dari Bumdes.

Sutrisno, Sekretaris Desa Sumbergondo menambahkan selama ini pihaknya juga melakukan sosialisasi dengan petani di sana. Sejauh ini petani ini kesulitan tempat membuang limbah sayur dan buah dalam skala besar.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved