Kamis, 23 April 2026

Kabar Pamekasan

Pamekasan Gempar! Dua Pria Bersaudara Carok hanya Gara-gara Beda Pilihan Caleg

Sahri mengalami luka robek cukup dalam di bagian punggung dan dada kiri, lataran terkena sabetan celurit.

Penulis: Muchsin | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM/Hanif Manshuri
Celurit. 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Dua lelaki yang masih bersaudara dekat terlibat carok atau duel menggunakan senjata tajam berupa celurit.

Masing-masing adalah Sahri (35), warga Desa Palengaan Daja dengan Makruf (40), warga Desa Palengaan Laok Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Pulau Madura, Minggu (21/4/2019), sekitar pukul 12.00. 

Akibat perkelahian itu, Sahri mengalami luka robek cukup dalam di bagian punggung dan dada kiri, lataran terkena sabetan celurit.

Kini Sahri dirawat inap di RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan.

Sedangkan Makruf hanya mengalami luka sayatan di kaki kanan dan paha kanan.

Setelah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Palengaan, Makruf dirawat jalan dan dimintai keterangan di Polres Pamekasan.

Dua Pria Carok Gara-gara Janda, Setelah Sama-sama Berdarah, Si Janda Tidak Pilih Keduanya

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, perkelahian di rumah Sahri, Dusun Tengghina II, Desa Palengaan Daja, memunculkan dua versi.

Versi pertama, Sahri menghajar Naimah, bibi dari Makruf, lantaran Sahri kecewa dengan Naimah yang ingkar janji, tidak mencoblos nama caleg seperti yang dikehendaki Sahri.

Sementara Makruf, keponakan Naimah, yang mendengar bibinya dianiaya Sahri, tidak terima. Kemudian Makruf bersama beberapa keluarganya mendatangi Sahri untuk menanyakan tindakannya itu.

Saat itu Sahri duduk di musala halaman rumahnya. Tiba-tiba Makruf datang lalu menusuk tubuh Sahri.

Sedang versi kedua, famili Sahri yang menjadi TKI di Malaysia, kirim uang ke keluarganya, namun uang itu sudah tidak ada karena diduda ada yang mengambil dan menghabiskan.

Kemudian Sahri melampiaskan kekesalannya pada Naimah.

Kapolsek Palengaan, Iptu Bambang Irawan, mengatakan, ketika mendengar perkelahian itu, pihaknya bersama anggotanya dan sejumlah anggota brimob berusaha mencegah agar pekelahian tidak meruncing dan membesar.

Saat itu, suasana di lokasi kejadian berhasil dikendalikan dengan mengamankan kedua belak pihak yang bertikai.

Namun Bambang Irawan belum bisa menjelaskan motif perkelahian itu. Dari keterangan sementara diduga terjadi kesalahpahaman pada kedua belah pihak.

“Untuk sementara kami penanganan kasus ini kami fokuskan agar kasus ini tidak berkembang. Menyangkut penyebab perkelahian ini, kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Bambang Irawan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved