Amerika Serikat

Pembunuh Bos Ku Klux Klan, Kelompok Teroris-Rasis di Amerika ini Ternyata Istrinya, Malissa Ancona

Kelompok itu mengklaim diri sebagai organisasi Kristen Patriotik Putih mempromosikan kembalinya akar awal Ku Klux Klan pada awal abad ke-20.

Pembunuh Bos Ku Klux Klan, Kelompok Teroris-Rasis di Amerika ini Ternyata Istrinya, Malissa Ancona
YouTube/Reel Truth Documentaries
Pemimpin Ku Klux Klan di negara bagian Missouri, AS, Frank Ancona, mengenakan jubahnya. 

SURYAMALANG.COM, JEFFERSON CITY - Malissa Ancona akhirnya dihukum penjara seumur hidup setelah terbukti menembak mati suaminya, Frank Ancona, pemimpin Ku Klux Klan di negara bagian Missouri, Amerika Serikat, dua tahun lalu. 

Ku Klux Klan adalah kelompok teroris sejak 24 Desember 1865 untuk mengagungkan supremasi warga kulit putih di Amerika, anti imigrasi dan anti Katolik serta memimpikan "pemurnian" masyarakat Amerika. Itu berarti, mereka terbiasa membunuh warga minoritas: kulit hitam, Yahudi, Asia dan lainnya.

BBC mengabarkan, Sabtu (20/4/2019), Malissa Ancona dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah mengakui perbuatan kejinya tersebut.

"Saya menembakkan dua tembakan yang membunuh suami saya," kata Malissa Ancona kepada Hakim Wendy Wexler Horn.

Dia mengaku membersihkan dinding kamar tidur untuk mengaburkan barang bukti, kemudian melepaskan sprei sebelum membuang mayat suaminya di Belgrade pada Februari 2017.

Setelah itu, dia melaporkan suaminya telah hilang dan memintanya agar kembali melalui akun Facebooknya.

Beberapa hari kemudian, mayat Frank ditemukan di dekat sungai.

Laporan ABC menyebutkan, Malissa awalnya mengatakan kepada polisi bahwa putranya, Paul Jinkerson, telah menembak Frank yang sedang tidur dengan pistol 9mm.

Jinkerson turut menghadapi dakwaan yang sama dengan ibunya. Namun, dia mengaku tidak terlibat dalam penembakan tersebut.

Dalam catatan pengadilan disebutkan, Frank telah mengajukan cerai terhadap istrinya.

Selama persidangan, ayah Frank Ancona, Frank Ancona senior, mengatakan putranya dibunuh karena berencana meninggalkan Malissa.

Sang putra bahkan menyebut perempuan itu sebagai istri yang mengerikan.

Putri korban, Carolyn Ancona, dengan berlinang air mata begitu terpukul dalam persidangan pembunuhan ayahnya.

"Dia tidak pantas menerima ini. Tidak ada yang pantas menerima ini," ujarnya. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved