Kabar Trenggalek

Pemkab Trenggalek Rencanakan Insentif Uang Saku Bagi Siswa Miskin Agar Lanjut Sekolah

Jumlah siswa SMP di Kabupaten Trenggalek yang melanjutkan jenjang belajar yang lebih tinggi mengalami kenaikan dalam kurun beberapa tahun terakhir.

Pemkab Trenggalek Rencanakan Insentif Uang Saku Bagi Siswa Miskin Agar Lanjut Sekolah
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Para siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer di Trenggalek, Senin (22/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Jumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Trenggalek yang melanjutkan jenjang belajar yang lebih tinggi mengalami kenaikan dalam kurun beberapa tahun terakhir.

Pada tahun lalu, persentase siswa yang lanjut belajar setelah lulus dari SMP sekitar 70 persen. Beberapa tahun sebelumnya, jumlahnya masih berkisar di angka 45 persen.

Data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Trenggalek menunjukkan, peningkatan jumlah siswa lanjut sekolah merata hampir di seluruh kecamatan. Catatan hingga saat ini, tinggal dua sekolah yang tingkat presentasenya masih rendah, yakni Bendungan dan Pule.

“Di sana kira-kira masih 45 persen,” kata Kepala Dikpora Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto, Senin (22/4/2019).

Pemkab Trenggalek tengah menyusun rencana untuk mendorong angka siswa lulusan SMP lanjut sekolah di wilayahnya. Pertama-tama, pemkab akan mencari tahu penyebab rendahnya minat lulusan SMP di dua daerah itu untuk melanjutkan belajar.

Plt Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, mengatakan, solusi yang akan dirumuskan bakal bergantung pada hasil hasil data-data yang didapat di lapangan. Jika kondisi ekonomi menjadi kendala utama, pihaknya akan mensinergikan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) dengan insentif Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Kalau itu belum cukup, kami akan memberi insentif dari APBD bagi siswa miskin untuk uang saku jika memang benar penyebabnya faktor ekonomi. Kebetulan juga dua daerah itu adalah daerah kantong kemiskinan di Trenggalek,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipin itu.

Sementara bila penyebab utamanya faktor lingkungan dan sosial, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada para siswa lewat tim.

“Misalnya lewat orang yang disegani oleh anak-anak di sana. Nanti kita carikan solusi yang bisa menarik mereka agar mau melanjutkan sekolah di tingkat yang lebih tinggi,” imbuh Gus Ipin.

Dari sisi fasilitas belajar, kata dia, dua kecamatan itu mempunyai SMA negeri dan SMK swasta. Selain itu, ada juga angkutan yang disiapkan untuk menjangkau beberapa rute menuju sekolah terdekat.

Apabila solusi jangka panjang masalah putus sekolah itu segera ditemukan, Gus Ipin berharap tingkat siswa lanjut sekolah di dua daerah itu bisa meningkat di atas 60 persen.

“Kalau tidak diurai, mereka enggak bisa naik kelas. Kami berharap mereka bisa bersaing di luar sana, minimal untuk mencari pekerjaan,” tutupnya. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved