Malang Raya

Berkat Gagasan Limbah Botol Minuman Bisa Jadi Pengganti Batu Bata, Siswa SMKN 6 Raih Perunggu

Tim SMKN 6 Kota Malang meraih medali perunggu di Universitas Malaysia di Pahang pada 21 April 2019 lalu.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dua pembimbing dan siswa SMKN 6 Kota Malang yang meraih medali perunggu saat lomba di Universitas Malaysia di Pahang pada 19-21 April 2019 lalu. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Tim SMKN 6 Kota Malang yaitu Leonardo Benito Maspaitela, Fadila Nur Azizah, Nisrina Daiva Adara Syahputri dan Renaldi Susilo meraih medali perunggu di Universitas Malaysia di Pahang pada 21 April 2019 lalu.

Mereka didampingi dua pembimbing yaitu  Wigonggo AA dan Sulaiman Sulang.

“Awalnya kami mengirim proposal dan ternyata lolos,” jelas Sulaiman Sulang, Rabu (24/4/2019).

Selama tiga pekan tim ini mempersiapkan diri ke ajang International Festival of Innovation On Green Technology.

Dari Indonesia ada 14 tim. Tiga tim dapat medali emas, empat tim mendapat perak dan enam tim mendapat perunggu.

“Ini yang pertama kalinya bagi SMKN 6 untuk prestasi siswanya bisa ke internasional,” katanya.

Gagasan tertulis yang mereka usung adalah Utilizing Plastic Bottle Waste of Replace Brick’.

“Saat disana juga ditanya juri kenapa mengangkat ide ini. Kan rawan kebakaran juga serta tidak sekuat batu bata,” jelas Renaldi Susilo, anggota tim pada suryamalang.com di sekolah.

Dijelaskan, mereka memanfaatkan limbah botol minuman karena Indonesia ingin sampah plastik terus berkurang di Indonesia.

Untuk prototipenya, mereka membawa video disana.

Namun dari penjelasan mereka, untuk jadi dinding, botolnya tidak kosongan.

Botol diisi dengan sampah tas kresek yang dipadatkan dalam botol dan diberi lem Rajawali dan air ditutup pakai penutup botol tersebut.

Adanya hal itu bisa jadi penghambat listrik. Setelah terisi semua botol-botol itu ditata dan diberi kawat bendrat sebagai penguat.

Fungsinya seperti kolom. Dari hasil uji lab di UB untuk mengetahui kekuatan botol itu, hanya bisa jadi dinding partisi dan dengan ketinggian bangunan hanya tiga meter.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved