Kabar Surabaya

Pasar Milenial Melek Teknologi Jadi Pendorong Perubahan Tren Industri Travel Dan Perhotelan

Milenial memiliki rentan waktu berlibur yang jauh lebih sedikit dibanding generasi pendahulunya, yakni sekitar 12 hari.

Pasar Milenial Melek Teknologi Jadi Pendorong Perubahan Tren Industri Travel Dan Perhotelan
Ist
Rishabh Gupta, Country Head OYO Hotels Indonesia (kiri) saat menunjukkan desain interior kamar hotel atau penginapan yang dikelola oleh OYO. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Penelitian yang dilakukan Allianz pada tahun 2017 menunjukkan bahwa milenial memiliki rentan waktu berlibur yang jauh lebih sedikit dibanding generasi pendahulunya, yakni sekitar 12 hari.

Karenanya, efisiensi dan efektifitas saat memesan akomodasi selama perjalanan menjadi poin penting. Salah satu cara menyiasatinya adalah dengan memesan akomodasi liburan lewat aplikasi mobile atau media sosial.

Bukan lagi hanya masalah lokasi liburan, generasi milenial juga fokus pada pengalaman yang ditawarkan. Melihat tren ini, Industri yang relevan di sektor pariwisata termasuk perhotelan, transportasi, tempat wisata perlu menyesuaikan produk dan layanan mereka untuk memenuhi ekspektasi generasi milenial yang melek teknologi ini.

Perubahan tren dan perilaku konsumen seperti itu telah lama diperhatikan oleh OYO, jaringan hotel terbesar di Asia Selatan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Rishabh Gupta, Country Head OYO Hotels Indonesia mengatakan, teknologi merupakan salah satu keunggulan yang membedakan OYO dengan jaringan hotel sejenis.

"Kami sangat siap menyambut konsumen milenial, khususnya mereka yang melek teknologi. Selain menawarkan solusi bagi konsumen, aplikasi OYO dirancang untuk mempermudah aktivitas operasional sehari-hari pemilik properti. Lebih dari itu, teknologi ini juga mendukung kapabilitas perusahaan sehingga memungkinkan bagi OYO menambah lebih dari 64 ribu kamar setiap bulannya secara global," ungkap Rishabh, dalam rilis yang diterima Selasa (23/4/2019).

Mengingat banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi OYO, tak mengejutkan jika mayoritas konsumen di Indonesia berasal dari kaum milenial. "Perilaku milenial yang kerap kali menggabungkan liburan dan bisnis dalam perjalanan mereka telah mengubah landscape sektor perhotelan. Kami dipacu untuk mampu beradaptasi dan mengakomodasi kebutuhan pelancong muda ini," lanjut Rishabh.

Bukan hanya menyediakan akomodasi terbaik, tetapi juga pengalaman berlibur yang mudah dan menyenangkan. Algoritma berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) OYO misalnya, dapat membantu konsumen menemukan properti yang paling sesuai, di lokasi terbaik, dengan harga yang paling tepat.

"Yang juga penting, bagaimana sistem ini memungkinkan kami untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan mereka sebelum dan selama menginap, yang tentunya berpengaruh pada tingkat kepuasan pelanggan," tambah Rishabh.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dalam laporan Indonesia Millennial Report 2019, generasi milenial diproyeksi akan menjadi generasi yang mendominasi struktur demografi Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved