Kabar Surabaya

Stabilisasi Harga Bahan Pangan, Disperindag Jatim Gelontor Puluhan Ton Bawang Putih Ke Pasar

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur adalah dengan melakukan operasi pasar di sejumlah daerah dengan 40 ton bawang putih.

Stabilisasi Harga Bahan Pangan, Disperindag Jatim Gelontor Puluhan Ton Bawang Putih Ke Pasar
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
penjual bawang putih di pasar tradisional 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jelang Ramadhan, harga bawang putih di Jawa Timur terpantau naik. Oleh sebab itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur melakukan sejumlah langkah untuk menurunkan harga bawang putih.

Langkah utama yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur adalah dengan melakukan operasi pasar di sejumlah daerah. Ada lebih dari 40 ton bawang putih yang digelontor di Jawa Timur untuk operasi pasar.

"Hari ini sudah ada operasi pasar yang kami lakukan, seperti di Malang, nah kita juga gelontor khususnya bawang putih yang terdeteksi mengalami kenaikan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan, Selasa (23/4/2019).

Di Surabaya setidaknya sebanyak 18 ton bawang putih sudah digelontor dalam operasi pasar. Lalu juga di Malang ada sehanyak 5 ton bawang putih yang digelontor. Lalu di Sumenep digelontor 4 ton, di Probolinggo digelontor 4 ton dan di Banyuwangi digelontor 7 ton.

Lebih lanjut dikatakan Drajat, pergerakan harga bawang putih di Jawa Timur mulai terdeteksi. Khususnya untuk bawang putih sincu. Yang biasanya berharga normal sekitar Rp 26 ribu hingga Rp 30 ribu kini naik harganya menjadi Rp 40 ribu lebih sekilonya.

"Biasanya ada keterlambatan, maka ada kenaikan harga. Tapi sekarang sudah mulai turun karena kita gelontor," kata Drajat.

Dikatakan Drajat, untuk bawang putih memang Jawa Timur masih banyak impor. Namun dikatakan Drajat, stoknya masih aman dan diprediksi masih akan aman hingga ramadhan dan idul fitri nanti.

Besok, Disperindag akan menggelar rapat koordinasi dengan dinas teknis, produsen, dan stakeholder untuk melakukan koordinasi harga bahan pokok selama ramadhan dan lebaran.

"Minggu pertama bulan puasa biasanya ada kenaikan. Inflasi baru saat akhir bulan ramadhan. Kita ke depan akan rutin cek ke sentra produksi, mulai sentra cabe, bawang merah, pabrik tepung, gudang beras," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved