Jendela Dunia

Pria Bunuh Kekasihnya yang Transgender, Cara Lenyapkan Tubuhnya Bikin Ngeri, Dimutilasi Lalu Dimasak

Seorang pria bunuh kekasihnya setelah tahu pacarnya itu adalah transgender.

Pria Bunuh Kekasihnya yang Transgender, Cara Lenyapkan Tubuhnya Bikin Ngeri, Dimutilasi Lalu Dimasak
suryamalang/ grid
pria bunuh kekasih transgendernya 

6 Fakta Pembunuhan & Mutilasi Guru Honerer Budi Hartanto, Ada Hubungan Intim sampai Mutilasi Kepala

Aris Sugianto (23), dan Azis Prakoso telah mendekam di sel Polda Jatim terkait kasus pembunuhan dan mutilasi guru honorer asal Kediri, Budi Hartanto.

Aris Sugianto ditangkap di Jakarta pada Kamis (11/4/2019) sore.

Sedangkan Azis Prakoso ditangkap di Kediri pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB.

Berikut ini enam fakta terkait pembunuhan dan mutilasi guru honorer, Budi Hartanto.

1. Motif Pembunuhan

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiono mengatakan ada dua motif pembunuhan tersebut.

Pertama, motif asmara. Kedua, motif perselisihan antara dua pelaku dengan korban.

“Motifnya adalah hubungan asmara sejenis, lalu berakhir perselisihan.”

“Karena tidak diberi uang, dan berakhir dengan pertengkaran yang mengakibatkan korban dibunuh,” kata Gupuh kepada SURYAMALANG.COM.

Gupuh mengatakan pelaku yang memiliki hubungan sejenis adalah Aris Sugianto.

Aris sudah tiga kali hubungan intim dengan korban di kediaman Aris.

“Setiap kali berhubungan, Aris memberi uang kepada korban.”

“Aris sayang pada korban, dan akan memberi apa yang diminta korban,” katanya.

2. Cekcok Usai Hubungan Badan

Aris dan korban melakukan hubungan intim keempat di ruangan di warung di Jalan Surya, Sambi, Ringinrejo, Kediri, Selasa (2/4/2019) silam.

Usai hubungan badan, terjadi percekcokan.

Percekcokan itu ditengarai karena Aris tidak mampu membayar uang yang diminta korban.

“Karena Aris tidak bisa memberi uang, korban marah-marah,” terangnya.

Karena saat itu telah pukul 22.00 WIB, Aziz tidak tahan dengan suara percekcokan yang terdengar cukup kencang itu.

Aziz yang berada di luar kamar berniat menegur korban.

“Saat diingatkankan Aziz, korban tidak terima. Malahan korban bilang ini bukan urusan kamu,” terangnya.

3. Korban Menampar dan Sabetkan Golok

Korban tidak hanya membantah teguran Aziz. Korban juga menampar pipi Aziz.

“Tak terima, Aziz juga membalas,” ungkapnya.

Tiba-tiba korban mengambil golok sepanjang 10 sentimeter yang tergeletak di tempat duduk atau bale di depan warung.

Korban menyabetkan golok itu ke arah Aziz.

“Tapi Aziz bisa menangkis,” lanjutnya.

4. Balasan Aziz

Usai menangkis, Aziz berhasil merebut golok dari tangan korban.

Aziz berbalik menyabetkan golok tersebut ke arah korban.

Sabetan pertama mengenai lengan kiri korban.

“Korban jatuh tertelungkup, lalu teriak-teriak. Saat itulah Aziz menyabetkan golok berkali-kali,” katanya.

5. Peran Aris dalam Pembunuhan

Saat Aziz menyabet korban menggunakan golok, Aris muncul.

Aris langsung membantu Aziz dan menyumpal mulut korban sampai tewas.

“Jadi mulut korban disumpal. Makanya hasil otopsi menunjukkan bahwa korban mati akibat kehabisan nafas,” jelasnya.

Setelah korban tewas, dua tersangka itu berupaya menghilangkan jejak dengan membuang mayat korban ke suatu tempat.

Aris punya ide untuk mewadahi mayat korban ke dalam koper milik ibunya.

“Lalu Aris pulang, dan ambil koper milik ibunya. Belakangan Aris cerita kalau koper itu dijual,” tuturnya.

6. Masalah Saat Masukkan ke Koper

Saat memasukkan mayat ke dalam koper, ternyata koper tersebut tidak muat.

“Lalu mayatnya dikeluarkan lagi. Aris usul agar kepala korban dipotong,” katanya.

Usai kepala korban dipotong, mayat tersebut muat di koper.

Gupuh menyebut mayat korban ditekuk secara paksa di dalam koper.

Lalu mayat korban dibuang di bawah jembatan Karang Gondang, Udanawu, Blitar.

Sedangkan kepala korban di wadahi kantung kresek dan dibuang di bantaran Sungai Ploso Kerep, Bleber, Kras, Kediri.

:Kejadian itu dilakukan pada Selasa malam,” tandasnya.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved