Kabar Pamekasan

Hanya Karena Beda Pilihan Caleg, Warga Pamekasan Bacok Kerabatnya Di Pasar Tradisional

Belum diketahui secara pasti motif pembacokan tersbut. Namun antara Hafid dan Matbahari masih memiliki ikatan saudara.

Hanya Karena Beda Pilihan Caleg, Warga Pamekasan Bacok Kerabatnya Di Pasar Tradisional
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Rumah Hafid dijaga ketat personel dari Polres Pamekasan, Jumat (26/4/2019) lalu. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Warga Desa Palengaan Laok, Kabupaten Pamekasan digegerkan dengan peristiwa pembacokan yang terjadi di Pasar Tradisional Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (26/4/2019) sekitar pukul 07.30 WIB.

Pelaku pembacokan tersebut, Hafid (39) warga Dusun Tengginah I Desa Palengaan Daya, yang dilakukan kepada korban Matbahari (32) warga Dusun Tengginah II Desa Palengaan Daya.

Berdasarkan informasi dilapangan menyebutkan, sekitar pukul 07.00 WIB, Matbahari (korban) saat itu sedang berada di pangkalan Toko Kitab menunggu istrinya yang sedang berbelanja ikan di Pasar Tradisional Palengaan Pamekasan. Selang beberapa menit, Hafid berjalan di depan Matbahari kemudian pergi entah kemana.

Pada pukul 07.30 WIB, lalu Hafid datang dari arah belakang membawa sebilah pisau dan langsung membacok kepala Matbahari (korban) di bagian belakang sebelah kanan. Sontak korbanpun jatuh terlentang.

Seakan tidak puas, Hafid berusaha membacok lagi dan berhasil ditepis oleh Matbahari dengan menggunakan tangan kiri sehingga dirinya mengalami luka sobek di jempol kiri.

Karena tetap meradang, Hafid lalu membacok lagi perut sebelah kanan Matbahari. Namun dapat ditangkis oleh korban dengan menggunakan kaki kanan dan kaki kiri. Sehingga Matbahari mengalami luka sobek di bagian telapak kaki kiri dan kanan.

Salah satu saksi, Muhammad yang merupakan pedagang ikan di Pasar Tradisional Palengaan mengatakan, setelah dibacok, Matbahari (korban) yang berada di barat langsung berlari melewati kios ikan menuju Puskesmas yang berada di seberang jalan.

"Dengan baju yang masih dipenuhi darah, Matbahari langsung berlari melewati kios ikan menuju Puskesmas yang berada di depan pasar," katanya.

Sementara Kapolsek Palengaan, Iptu Bambang Irawan mengatakan, pelaku sudah menyerahkan diri ke Polsek Palengaan usai melakukan pembacokan.

"Pukul 07.40 WIB, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Palengaan membawa barang bukti sebilah pisau," jelasnya.

Saat ini, kata Iptu Bambang Irawan, Matbahari tengah mendapatkan penanganan di Puskesmas Palengaan. Karena mengalami luka sobek di jempol kiri, luka sobek di bagian telapak kaki kiri dan kanan, luka di bagian kepala kanan serta di bagian belakang dan luka di punggung bagian kiri.

"Belum diketahui secara pasti motif pembacokan tersbut. Namun antara Hafid dan Matbahari masih memiliki ikatan saudara," ujarnya.

Saat Iptu Bambang Irawan melakukan koordinasi dengan Haji Fahad, Kepala Desa (Kades) Palengaan Daya, diketahui, Hafid masih kerabat dari Makruf (pelaku) carok yang terjadi pada tanggal 21 April 2019 lalu di Desa Palengaan Daya.

"Pembacokan di pasar Palengaan yang dilakukan oleh Hafid terhadap Matbahari dimungkinkan masih ada hubungannya dengan kejadian carok di Palengaan Daya antara Makruf dan Sahri yang melakukan carok lantaran berbeda pilihan politik," pungkasnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved