Kabar Nganjuk

Lima Mahasiswa Jombang Tewas, Puluhan Temannya Menangis Mengenang Hari-hari Terakhir Mereka

Puluhan mahasiswi Universitas Hasyim Ashari, Jombang tak mampu menahan kesedihan mereka karena lima temannya tewas di jalan tol.

Lima Mahasiswa Jombang Tewas, Puluhan Temannya Menangis Mengenang Hari-hari Terakhir Mereka
rahadian bagus priambodo
KECELAKAAN MAUT - Puluhan mahasiswi Universitas Hasyim Ashari, Tebu Ireng, Jombang tak mampu menahan kesedihan mereka. Mereka tak menyangka, lima teman mereka meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di jalur A Tol Madiun - Nganjuk, KM 638.400 pada Jumat 26 April 2019, sekitar pukul 02.15 WIB. Para mahasiswa ini tampak menangis di depan ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD Nganjuk. 

SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Puluhan mahasiswi Universitas Hasyim Ashari, Tebu Ireng, Jombang tak mampu menahan kesedihan mereka.

Mereka tak menyangka, lima teman mereka meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di jalur A Tol Madiun - Nganjuk, KM 638.400 pada Jumat 26 April 2019, sekitar pukul 02.15 WIB.

Para mahasiswa ini tampak menangis di depan ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD Nganjuk, sekitar 33 Km di barat Kota Kediri, Jawa Timur.

. Beberapa dari mereka tampak berpelukan sambil menangis sesenggukan, ada juga yang duduk bersimpuh di lantai dengan tatapan sedih.

Di dalam ruang instalasi pemulasaran tersebut, lima jenazah yakni  Zuhdi Fikri (24) asal Sukomoro, Badiatul Muawiyah (22), Syamsul Huda (23), Agustia Ningsih (22), dan Sulaimatul Azizah (22), dikafani.

Seorang sahabat korban yang meninggal, Erli Rizky (22) warga Madiun, tak menyangka teman sekamarnya, Agustia Ningsih atau uang biasa ia panggil Sanju, meninggal dunia secepat itu. Apalagi, malam hari sebelum kejadian, ia sempat ngobrol via video call WhatsApp.

Mobil Rombongan Mahasiswa Jombang Kecelakaan di Tol Madiun-Nganjuk, 5 Orang Tewas

"Tadi malam sempat video call waktu sedang  jalan-jalan di Malioboro. Dia juga bilang, Insyallah besok pagi sudah sampai Jombang lagi," kata mahasiswi Fakultas Agama Islam Jurusan Hukum Ekonomi Syariah ini.

Sehari-hari, Erli tidur satu kamar, bahkan seranjang dengan Sanju atau Agustia. Dia menuturkan, Sanju memiliki kepribadian yang baik dan termasuk mahaswa pintar di kampusnya.

Erli mengatakan, meski satu kamar ia tidak ikut kegiatan jalan-jalan ke Jogja karena ia bukan teman satu kelas.

"Berangkatnya Rabu, sekitar pukul 01.00 dini hari, 10 orang itu satu kelas semua, yang satu orang sopir," katanya.

Kesedihan juga dirasakan adik kandung Agustia Ningsih bernama Umi Umairoh (16). Wajah gadis berjilbab ini tampak sembab karena menangis sejak pagi.

Amiroh mengaku sempat ditelepon oleh kakaknya, sebelum kecelakaan. Kakaknya sempat menanyakan kepada dirinya mau dibawakan oleh-oleh apa.

"Cuma tanya, mau oleh-oleh apa. Saya jawab terserah, apa saja boleh," kata anak ketiga dari tiga orang bersaudara ini.

Pelajar Madrasah Aliyah Cukir, Jombang yang duduk di bangku kelas XI, masih belum tahu di mana kakaknya akan disemayamkan. Sebab, kedua orangtuanya berada di Pontianak.

"Belum tahu, tadi sudah telepon. Tapi belum tahu, kayaknya dibawa ke Gresik dulu, tempat kelahiran bapak," katanya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved