Breaking News:

Universitas Brawijaya

Lima Mahasiswa UB Malang Juara di Malaysia Berkat Ubah Gulma Danau Ranupani Jadi Energi Listrik

Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang meraih medali perak di kategori invention di Universitas Teknologi Mara Malaysia.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
ist
Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang meraih medali perak di kategori invention di Universitas Teknologi Mara Malaysia. Mereka menjadikan gulma air kiambang di kawasan Danau Ranupani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur sebagai energi listrik ramah lingkungan. Lima mahasiswa yang bergabung dalam tim Electric Green Innovation (EGI) itu adalah: Aditya Permana Putra, Aditya Aji Novtara, Arvi Wahyu Lestari, Bita Pitaloka, dan Alwan Afif Fadhillah. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang meraih medali perak di kategori invention di Universitas Teknologi Mara Malaysia. 

Mereka menjadikan gulma air kiambang di kawasan Danau Ranupani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur sebagai energi listrik ramah lingkungan.

Lima mahasiswa yang bergabung dalam tim Electric Green Innovation (EGI) itu adalah: Aditya Permana Putra, Aditya Aji Novtara, Arvi Wahyu Lestari, Bita Pitaloka, dan Alwan Afif Fadhillah.

"Pengembangan energi listriknya menggunakan teknologi pengembangan Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) berbahan gulma air kiambang," jelas Aditya Permana Putra, Minggu (28/4/2019). Bagian yang dimanfaatkan dari kiambang itu adalah klorofil.

Sebab bisa mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik. Selain itu juga ditambah Cyanobacteria hasil eksplorasi di danau tersebut di komponen DSSC.

Sehingga daya keluaran listrik karena bakteri ini mampu berfotosintesis serta mengandung klorofil a dan pigmen warna lainnya yang berpotensi dijadikan dye, dan toleran terhadap sinar UV.

Alasan memakai bahan kiambang karena sangat berlimpah dan mudah dikembangkan dan berkelanjutan. "Juga bisa membantu upaya pemberantasan gulma air di Danau Ranupani," tandasnya. Di danau ini, tumbuhan air berkembang pesat.

Dikatakan, tanaman ini memiliki adaptasi yang tinggi, khususnya pada air buangan kegiatan industri, limbah domestik, maupun limbah pertanian. Karena itu, populasi kiambang di Danau Ranupani mengkhawatirkan.

Sebab hampir menutup permukaan air danau. Ini menimbulkan permasalahan tersendiri. Tim ini dibimbing oleh Restu Rizkyta Kusuma SP MP MSc.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved