Kota Batu

Panggung Sendratari Kota Batu Senilai Rp 1,6 Miliar Kurang Terawat

Panggung Sendratari di Jalan Sultan Hasan Halim, di Kelurahan Sisir, Kota Batu berukuran 39x70 meter dan bisa menampung sekitar 1000 orang.

Panggung Sendratari Kota Batu Senilai Rp 1,6 Miliar Kurang Terawat
sanny
Festival Brantas di Panggung Sendratari, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Minggu (28/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Panggung Sendratari di Jalan Sultan Hasan Halim, di Kelurahan Sisir, Kota Batu ini dibersihkan hanya setahun sekali.

Ukuran panggung itu 39x70 meter dan bisa menampung sekitar 1000 orang. Proyek itu dibangun menggunakan dana APBD 2015 sebesar Rp 1,6 miliar.

Pembersihan itu pun ketika akan mengadakan acara, seperti Puncak Festival Brantas, Minggu (28/4/2019). Sejak 2018 rencana untuk merenovasi dan mempercantik panggung ini sampai sekarang hanya wacana.

Lurah Sisir, Sasongko Fitra Aditama, mengatakan, ada kendala teknis di Pemkot Batu sehingga realisasi renovasi panggung ini tidak segera terlaksana.

"Informasi yang saya dapatkan, panggung ini tidak kunjung diserahkan ke dinas yang membidangi. Padahal lokasi ini sangat berpotensi sebagai destinasi wisata," kata Sasongko.

Dikatakannya, jika memang harus direnovasi perlu adanya lampu. Lalu akses menuju lokasi ini juga harus dibenahi, dan diberi petunjuk.

Ia menyebutkan masyarakat sekitar harus memotong rumput karena saking lamanya area ini tidak difungsikan.

"Jika mau diangkat ke level kota kan yang perlu diperhatikan ya akses jalannya, fasilitasnya, penerangan dan pengamannya. Ketika sudah dibangun bukan berhenti di situ saja namun harus dipikirkan aspek pendukungnya juga," imbuhnya.

Menurutnya, panggung Sendratari ini jika memang menjadi aset pemkot Batu, harus betul-betul dijaga. Karena selama ini pihaknya kesulitan untuk merawat karena belum ada dinas yang mengelola panggung ini.

Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Nurochman, menambahkan, permasalahan panggung sendratari ini adalah perencanaan yang tidak matang. Karena jika belum diserahterimakan tidak mungkin dianggarkan lagi untuk pembenahan apalagi perawatan.

"Saran kami Pemkot bikin kalender yang kegiatannya diadakan di sana. Jika kesulitan, ajak pengelola tempat wisata untuk bekerja sama. Sehingga pertumbuhan dan semangat warga pelaku seni budaya bisa terangkat dan terfasilitasi oleh pemerintah," ungkapnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved