Breaking News:

Malang Raya

Kiat Selai Kopi De Kofie Ikuti Tren untuk Menjaring Pasar

Wirausaha sudah menjadi minat Hendrian Thomas. Ia penasaran dengan perkembangan bisnis warung kopi seperti perumpamaan jamur tumbuh di musim hujan.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Hendrian Thomas dengan produk selai kopi De Kofie, Jumat (26/4/2019). 

 Satu botol selai kopi De Kofie dibandrol harga Rp 50.00 per botol untuk pasar lokal Malang dan harga Rp 70.000 untuk pasar luar kota Malang.

Rata-rata ia produksi selai kopi antara 700 hingga 900 botol sebulan.

“Saya belum jual ke toko karena biasanya sistem konsinyasi yang pembayarannya lama.”

“UMKM seperti saya perlu perputaran uang yang cepat buat modal produksi,” kata alumnus Universitas Brawijaya Malang ini.

Ditanya siapa konsumen dari selai kopi ini, dikatakan lebih banyak pembeli cowok.

Sejatinya selai kopi ini bisa dinikmati semua konsumen pria dan perempuan.

Untuk menikmati roti selai kopi, Hendrian memberi tips.

“Roti tawar diolesi mentega dan dibakar. Diatasnya diolesi selai kopi.”

“Jika ingin terasa lebih manis, maka bisa ditambahi dengan susu kental manis. Rasanya jadi seperti kopi susu,” paparnya.

Ke depan, pria kelahiran kota Malang ini memikirkan cara pengembangan alat kerjanya agar bisa membuat produksi lebih banyak.

Ia berencana investasi alat-alat kerja kompor dan wajan yang lebih besar.

Sebelum menekuni usaha selai kopi De Kofie, sarjana teknik elektro ini pernah bisnis memproduksi  snack keripik pedas pada 2012.

Produknya ia jual ke toko oleh-oleh di Malang Raya.

Namun kemudian penjualan menurun karena sudah banyak produk serupa.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved