Kabar Jombang

Anggota KPPS di Jombang Wafat Dalam Usia 37 Tahun, Tinggalkan Istri Hamil Tua dan Dua Anak Kecil

Pahlawan demokrasi tersebut bernama Sunarko (37), warga Kampung Wersah, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang Kota, mengembuskan nafas terakhir...

Anggota KPPS di Jombang Wafat Dalam Usia 37 Tahun, Tinggalkan Istri Hamil Tua dan Dua Anak Kecil
sutono
Yuni Fanani (32) menunjukkan foto mendiang suaminya, Sunarko (37), warga Kampung Wersah, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang Kota yang meninggal dunia setelah sehari sempat dirawat di rumah sakit, Selasa (30/4/2019). Sunarko adalah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia.

Pahlawan demokrasi tersebut bernama Sunarko (37), warga Kampung Wersah, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang Kota, mengembuskan nafas terakhir, setelah sehari sempat dirawat di rumah sakit, Selasa (30/4/2019).

Tragisnya, Sunarko yang bertuigas sebagai anggota KPPS pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 di kelurahannya itu meninggalkan dua orang anak dan seorang istri yang sedang mengandung anak ketiganya.

Istri korban, Yuni Fanani (32) ditemui di rumahnya hanya bisa meratapi kepergian suaminya tersebut. Yuni (demikian perempuan berjilbab ini biasa disapa) mengaku syok (shock) karena kepergian suaminya begitu mendadak.

"Dia juga hanya satu malam saja dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan," kata Yuni lirih, kepada SURYAMALANG.COM. 

Maria Mengenang Hari-hari Terakhir Suaminya Usai Bekerja Terlalu Lama sebagai Anggota KPPS

Alvi Jadi Yatim Piatu dalam Usia 13 Tahun, Ibunya Wafat Usai Terlalu Lelah Jadi Anggota KPPS

Duka Istri Tukang Sapu yang Meninggal Dunia saat Bertugas sebagai KPPS di Pasuruan

Hingga 25 April 2019, Anggota KPPS Meninggal Dunia 225 Orang dan 1.470 Orang Sakit

Satu Lagi, Anggota Linmas Sakit hingga Meninggal Dunia usai Jaga di Sampang, Madura

Menurut Yuni, sebelum meninggal dunia, dalam beberapa hari bertugas menjadi KPPS, suaminya kerap masuk angin. Puncaknya, pada Senin (29/4/2019) malam, Sunarko jatuh pingsan.

Sunarko yang pingsan kemudian dilarikan ke RSUD Jombang. Namun takdir berkata lain. Dia meninggal beberapa jam setelah coba diraweat di rumah sakit.

"Selama bertugas di TPS memang sering masuk angin, sampai tadi malam itu dia benar-benar ngedrop dan dibawa ke rumah sakit. Namun nyawanya tak terselamatkan," ujar Yuni.

Sepanjang yang diketahuinya, selama bertugas sebagai anggota KPPS di TPS 02 Kelurahan Kepanjen, suaminya tergolong bagus kinerja. Rajin dan tidak suka menunda pekerjaannya. Sunarko sendiri sehari-hari sebagai pengecer elpiji dan air mineral isi ulang.

"Mungkin kecapekan. Karena terakhir kemarin hasil, diagnosisnya tekanan darahnya sangat tinggi, sampai pembuluh darahnya pecah," beber Yuni.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved