Nasional

Gara-gara KPK, Pengusaha Jakarta Batal Beri Hadiah Ultah Rp 463,8 Juta pada Bupati Sri Wahyumi

Sri Wahyumi dan Benhur diduga sebagai penerima suap. Sementara Bernard diduga sebagai pemberi suap.

Gara-gara KPK, Pengusaha Jakarta Batal Beri Hadiah Ultah Rp 463,8 Juta pada Bupati Sri Wahyumi
@swmanalip
Sri Wahyumi Manalip (SWM), Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip, seharusnya berbahagia saat merayakan ulang tahun kelahirannya ke-42 pada 8 Mei.

Sri Wahyumi Manalip (SWM) sudah bersiap menerima hadiah berupa dua tas, sebuah jam tangan dan seperangkat perhiasan berlian senilai total Rp 463.855.000.

Barang-barang itu juga sudah dibeli di Jakarta oleh pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo (BHK). Pengusaha itu pun bersiap menyerahkannya kepada Bupati Sri Wahyumi di Talaud

Namun, tim KPK sudah merekam indikasi busuk di balik rencana penyerahan barang-barang berharga itu. 

"Hari Minggu malam, 28 April 2019, diketahui BHK bersama anaknya membeli barang-barang mewah berupa dua tas, sebuah jam tangan dan seperangkat perhiasan berlian dengan total nilai Rp 463.855.000 di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Bupati Sri Wahyumi Jadi Tersangka Bersama Orang Kepercayaannya dan Pengusaha yang Menyogok

Riwayat Kontroversial Bupati Sri Wahyumi Sebelum Diringkus Tim KPK

Menurut Basaria, karena dibutuhkan pengukuran yang pas untuk ukuran tangan Sri Wahyumi, maka jam tangan yang dibeli baru dapat diambil pada Senin, 29 April 2019.

KPK menduga, terjadi komunikasi antara pihak terkait bahwa barang akan diantar ke Sri Wahyumi. Barang-barang tersebut akan diberikan saat ulang tahun Sri Wahyumi.

"Sebelum barang-barang tersebut dibawa ke Talaud, pada 29 April malam, sekitar pukul 22.00 WIB, tim mengamankan BNL, BHK, dan sopir BNL, di sebuah hotel di Jakarta," kata Basaria.

Kemudian tim membawa empat orang tersebut ke KPK. Sejumlah barang yang diamankan itu diduga merupakan fee proyek.

"Tim kemudian mengamankan anak BHK pukul 04.00 pagi di salah satu apartemen di Jakarta. Di Manado, tim mengamankan ASO (Ariston Sasoeng, Ketua Pokja) sekitar pukul 8.55 WITA dan mengamankan uang Rp 50 juta," ujarnya.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved