Kabar Surabaya

Khofifah dan Emil Dardak Serahkan 1.964 SK PNS, Ingatkan soal Ribuan ASN Dipecat Karena Korupsi

Sebanyak 1.964 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) menerima SK pengangkatan CPNS yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar

Khofifah dan Emil Dardak Serahkan 1.964 SK PNS, Ingatkan soal Ribuan ASN Dipecat Karena Korupsi
Fatimatuz zahroh
Sebanyak¬†1.964¬†orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) menerima SK pengangkatan CPNS yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Jatim Expo, Selasa (30/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak 1.964 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) menerima SK pengangkatan CPNS yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Jatim Expo, Surabaya, Selasa (30/4/2019).

Seluruh CPNS yang nantinya akan tersebar ke 39 instansi itu mendapatkan pembekalan khusus dari Khofifah, Emil Dardak dan juga KH MH Ainun Nadjib alias Cak Nun lengkap dengan Kiai Kanjengnya.

Salam pengarahan yang disampaikan Khofifah, wanita yang merupakan gubernur perempuan pertama Jawa Timur mengingatkan para CPNS untuk waspada dan memahami regulasi di lingkungan kerja mereka.

Menurut Khofifah hal ini penting agar para CPNS yang baru akan bekerja itu bisa maksimal menjalankan tugas tanpa terhadang oleh kasus korupsi.

"Hari ini ada sebanyak 1.372 ASN se Indonesia yang dipecat karena korupsi. Maka penting bagi mereka untuk mengerti dan memahami regulasi di linkup kerja mereka," tegas Khofifah.

Sebab konteks korupsi saat ini luas. Belum tentu mereka yang tersandung kasus korupsi melakukan tindakan memperkaya diri sendiri atau memperkaya orang lain.

Tapi mereka yang tersandung kasus korupsi bisa saja juga karena mereka belum tahu regulasi. Mana yang dianggap masuk dalam kategori pelanggaran dan mana yang dibolehkan. Maka paham aturan kerja itu dikatakab Khofifah adalah hal utama yang harus dilelajari para CPNS.

"Memahami regulasi itu penting. Karena mereka akan berhadapan dengan tugas yang sifatnya implementatif, berbeda dengan kepala OPD yang sifatnya decision maker," tandas Khofifah.

Wanita yang juga Ketua Umum Pp Muslimat NU ini menyebutkan prinsip pemerintah dalam melayani masyarakat adalah melayani. Namun ia menekankan bahwa idiom buat apa mempermudah layanan jika bisa dipersulit harus dihilangkan dari para ASN yang ada di lingkungan Pemprov Jawa Timur.

Hal senada juga disampaikan oleh Wagub Emil Dardak. Ia mengatakan sebanyak 1.964 CPNS yang hari ini menerima SK ini harus mulai pahami apal konsep CETTAR yang digagas Khofifah dqn Emil. Yaitu cepat, efektif efisien, transparan, tanggap, akuntabel, dan responsif.

"Banyak yang tanya ke saya apa bedanya tanggap dan responsif. Badanya tanggap adalah lebih pada peka. Peka untuk mencari sesuatu yang tidak beres di sekitar kita. Sedangkan responsif adalah tindakan memberikan solusi dari masalah yang kita lihat," ucap Emil Dardak.

Terkait ASN yang dipecat karena korupsi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Anom Surahno mengatakan data yng disampaikan Khofifah adalah data nasional. Namun ia mengakui ada sebanyak 34 orang ASN Pemprov Jawa Timur sejak tahun 2016 yang dipecat karena tersandung beberapa kasus.

"Paling banyak kasusnya narkoba, baru setelah itu karena tipikor. Yang tipikor ada delapan ASN, dua karena teorisme dan sisanya karena narkotika," kata Anom.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved