Breaking News:

Kabar Trenggalek

Menginap di Rumah Warga Desa Karang Tengah, Plt Bupati Trenggalek Temukan Keluhan Air Bersih

Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin menginap di rumah warga di Desa Karang Tengah Kecamatan Panggul, Senin (29/4/2019) sampai Selasa (30/4/2019).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: yuli
aflahul abidin
Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin menginap di rumah warga di Desa Karang Tengah Kecamatan Panggul, Senin (29/4/2019) sampai Selasa (30/4/2019). Selama tinggal di sana, pria yang akrab disapa Gus Ipin itu mendengar cerita berbagai keluhan warga. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK  – Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin menginap di rumah warga di Desa Karang Tengah Kecamatan Panggul, Senin (29/4/2019) sampai Selasa (30/4/2019). Selama tinggal di sana, pria yang akrab disapa Gus Ipin itu mendengar cerita berbagai keluhan warga.

Gus Ipin menginap di rumah Mbah Paijem. Di sana, ia sempat bertemu dengan perangkat desa dan warga-warga lain. Salah satu keluhan yang disampaikan warga, yakni terkait kurangnya akses air bersih.

Warga di sana hanya menikmati air bersih selama enam bulan dalam setahun pada musim penghujan. Saat musim kemarau, warga harus membeli air bersih. Alhasil, mereka harus mengeluarkan duit buat kebutuhan air bersih.

“Solusinya nanti kita bangun embung di tanah kas desa. Mereka saya minta untuk mengajukan proposalnya dulu,” kata Gus Ipin.

Warga yang harus membeli air bersih bisa berdampak panjang. Ia menduga, itu menjadi salah satu penyebab munculnya kasus stunting di Desa Karang Tengah. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dikeluarkan pada 2018, desa itu termasuk dalam daerah lokus stunting tertinggi nomor dua di Trenggalek.

“Uang mereka akhirnya banyak dipakai untuk membeli air daripada untuk mencukupi gizi,” tutur dia.

Di hari itu, Gus Ipin bertemu dengan 16 orang tua yang anaknya terindikasi menderita stunting kronis. Kepada para perangkat daerah dan petugas kesehatan, ia meminta agar fokus memperhatikan perkembangan dan asupan ibu-ibu tersebut.

Sementara kepada ibu-ibu itu, ia meminta agar ketertiban datang Pos Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Terpadu (Posyandu) ditingkatkan. “Pengawalan dari bidang-bidang. Bagaimana memberikan asupan dan penambahan gizi yang baik,” tuturnya.

Selain air bersih dan gizi, stunting juga bisa disebabkan oleh banyak faktor lain. Salah satunya kebiasaan buruk buang air besar sembarangan. Untungnya di desa itu, kata dia, sudah tak ada warga yang membuang air bersih sembarangan.

“Cuma masih banyak MCK (Mandi Cuci Kakus) sharing. Satu MCK dipakai beberapa keluarga,” ungkapnya.

Dia juga sempat bertemu dengan seorang warga yang tinggal bersama anaknya yang lumpuh. Warga yang usianya sudah lanjut itu menderita kepikunan. Akhirnya, selama ini mereka hidup bergantung kepada warga.

Gus Ipin pun mengapresiasi kepedulian warga terhadap keluarga itu. Terlebih, keluarga itu juga tak masuk dalam data warga yang menerima bantuan dari pemerintah. Dinas Sosial pun diminta untuk mengurus administrasi agar nenek dan anak itu bisa memperoleh bantuan dari warga.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved