Kabar Trenggalek

Di Hari Pendidikan Nasional, Kabupaten Trenggalek Akan Bangun Sekolah Semi-Formal Khusus Perempuan

Pemerintah Kabupaten Trenggalek berencana membuka sekolah semi-formal khusus untuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.

Di Hari Pendidikan Nasional, Kabupaten Trenggalek Akan Bangun Sekolah Semi-Formal Khusus Perempuan
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin memberi penghargaan kepada para siswa dan guru berprestasi dalam upacara Hari Pendidikan Nasional, Kamis (2/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek berencana membuka sekolah semi-formal khusus untuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan. Rencana itu disampaikan dalam kegiatan upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Tulungagung, Kamis (2/5/2019).

Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin mengatakan, detail dan pola pendidikan di sekolah itu masih dalam pembahasan oleh Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga dan lembaga swadaya masyarakat yang konsen di dunia itu. Rencananya, sekolah semi-formal tersebut bakal diresmikan November 2019.

"Semuanya (perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok rentan) bisa sekolah di sana. Tidak ada yang ditolak. Tidak ada tes," kata pria yang akrab disapa Gus Ipin itu, setelah upacara.

Gambaran umum soal sekolah itu nanti, ujar dia, yakni berbentuk ruang belajar alternatif. Bentuknya bisa dalam bentuk sanggar kegiatan belajar, atau lainnya. Meski semi-formal, sekolah itu nanti juga bakal memfasilitasi para siswa yang tak punya ijazah formal untuk menempuh ujian kejar paket.

Sekolah itu nanti bukan hanya menampung para remaja usia sekolah. Tapi juga ibu-ibu rumah tangga. Para ibu-ibu bakal diberi pengetahuan tambahan tentang pendidikan keluarga, pola pengasuhan anak, dan sebagainya. Sementara para remaja bakal diajarkan, antara lain, soal kewirausahaan.

"Jadi untuk ijazah formal mereka dapat dari kejar paket. Dari sekolah semi-formal juga mendapat sertifikat keterampilan. Kalau mereka punya sertifikat keterampilan, jika mereka menghasilkan produk, kami bisa serap lewat dana APBD. Untuk ke pasar luar juga lebih menjual," tuturnya.

Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kelompok bermain, Gus Ipin meminta pemerintahan desa turut ikut serta. Salah satu caranya, dengan pemanfaatan dana yang diterima dari pemerintah pusat. Ia juga meminta para guru untuk menjadi teladan dan menyisipkan pendidikan karakter.

"Tadi ada guru yang berhasil mendapatkan prestasi membuat metode pembelajaran yang efektif. Saya berharap mereka tidak hanya transfer ilmu saja," ungkap dia.

Terakhir, ia meminta dinas terkait buat memfasilitasi siswa-siswa lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ingin melanjutkan berkuliah. Mereka yang berprestasi namun kurang mampu harus diberi akses beasiswa.
"Bagaimana mereka yang ingin bersekolah di luar negeri juga mendapat akses yang mudah. Saya sering dapat propsosal dari mahasiswa yang ingin keluar negeri," tutur dia.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto mengatakan, pihaknya memiliki anggaran sekitar Rp 300 juta per tahun untuk membantu siswa Trenggalek berkuliah. Dana itu dikhususkan bagi siswa berprestasi yang kurang mampu. Mereka harus menjalani seleksi sebelum mendapat beasiswa itu.

Sayangnya, belum banyak siswa yang bisa mendapat bantuan itu. Tahun lalu, kata dia, hanya enam mahasiswa yang memperoleh beasiswa. "Padahal itu bisa digunakan sampai sekitar 50 orang mahasiswa," tutur Kusprigianto. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved