Kabar Banyuwangi

Peringati Hardiknas, Bupati Anas Minta Sekolah Di Banyuwangi Budayakan Revolusi Industri 4.0

Peringatan Hardiknas harus menjadi momentum mempersiapkan diri menghadapi industrialisasi yang mengedepankan teknologi tinggi tersebut.

Peringati Hardiknas, Bupati Anas Minta Sekolah Di Banyuwangi Budayakan Revolusi Industri 4.0
suryamalang.com/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas meninjau stan pameran siswa SMA/SMK dalam peringatan Hardiknas di Banyuwangi 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Revolusi Industri 4.0 yang saat ini mulai merambah berbagai sektor menjadi perhatian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), menurutnya harus menjadi momentum mempersiapkan diri menghadapi industrialisasi yang mengedepankan teknologi tinggi tersebut.

"Saat ini, sudah banyak daerah yang tenaga kerjanya tergantikan oleh mesin dan robot. Bukan tidak mungkin, hal tersebut akan segera terjadi di Banyuwangi. Fenomena yang oleh para pakar disebut Revolusi Industri 4.0 ini, mau tidak mau harus segera direspon oleh sekolah," kata Anas dalam peringatan Hardiknas di Taman Blambangan Banyuwangi, Kamis (2/5).

Sekolah, menurut Anas, tidak hanya fokus menyiapkan para pelajar yang hanya menjadi tenaga kerja. Namun, harus didorong untuk menghasilkan anak didik yang memiliki kreativitas dan entrepreneurship.

"Ini semua kuncinya ada pada guru. Bagaimana mereka tidak hanya mengajar, tapi juga memberikan inspirasi baru kepada peserta didiknya," ucapnya.

Untuk mendorong pemerataan kualitas tenaga pendidik, ungkap Anas, Pemda Banyuwangi mendorong dengan program Banyuwangi Mengajar. Para sarjana yang memiliki kualifikasi bagus, ditempat secara khusus di sekolah-sekolah terpencil.

"Kita juga mengapresiasi beberapa sekolah di Banyuwangi yang membuka aneka ekstrakulikuler kekinian, seperti kelas robotik di SMPN 1 Banyuwangi dan sekolah-sekolah lainnya. Ini penting untuk mengenalkan dunia baru sejak dini," jelasnya.

Dalam peringatan tersebut, digeber sejumlah inovasi teknologi yang dikerjakan siswa TK - SMA se-derajat di Banyuwangi. Mulai dari teknompgi amart home yang dilengkapi sensor tinggi badan dan sensor lampu rumah, robot transporter, hingga teknologi pengolahan pangan.

Di acara itu, pemkab juga mendorong warga Banyuwangi untuk memenuhi wajib belajar 12 tahun. Melalui program Smart Better (Semangat Belajar Warga Banyuwangi agar Tambah Pintar), mendorong mereka yang putus sekolah untuk bisa mendapatkan .

"Jika yang masih berusia sekolah kita wajibkan untuk sekolah lagi dengan pembiayaan dari pemerintah jika tidak mampu. Jika sudah melebihi usia sekolah maka akan diikutkan pada program kejar paket," terang Anas.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono menambahkan, program Smart Better bisa diakses secara online dan gratis. "Pendaftarannya lewat online atau langsung ke Dinas Pendidikan. Mereka yang telah terdaftar bisa ikut kejar paket di PKBM terdekat," terangnya.

Sampai saat ini, ada 150 institusi PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan yang tersebar di seluruh kecamatan Banyuwangi. "Nanti mereka tinggal pilih PKBM yang terdekat," pungkas Sulih. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved