Kabar Trenggalek

Trenggalek Ingin Jadi Sentra Pertanian Minyak Atsiri, Dapat Pendampingan Bloomberg Dan Havard

Bloomberg dan Havard memberi pendampingan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengembangkan program pertanian tanaman penghasil minyak atsiri.

Trenggalek Ingin Jadi Sentra Pertanian Minyak Atsiri, Dapat Pendampingan Bloomberg Dan Havard
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Amanda Noonan, coach dari Bloomberg Philantrophies, memberi pendampingan dalam Boot Camp 3 Bloomberg Havard City Leadership Initiative, Kamis (2/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Program Bloomberg Havard City Leadership Initiative sudah memasuki tahap boot camp 3. Dalam tahap ini, prototipe dan tes awal bakal dilakukan. Masih butuh waktu sekitar sebulan sebelum program itu diterapkan.

Dalam program itu, Bloomberg dan Havard memberi pendampingan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengembangkan program pertanian tanaman penghasil minyak atsiri.

Pendampingan yang diberikan mulai dari perencanaan program hingga eksekusi pelaksanaannya.
Amanda Noonan, coach dari Bloomberg Philantrophies, kembali datang ke Trenggalek untuk memandu para peserta dalam menentukan langkah program.

Sebelumnya, Amanda sudah datang dua kali untuk memandu program yang sama. Amanda mengarahkan para peserta pendampingan secara rinci tentang tahapan-tahapan yang harus dijalankan untuk prototipe dan uji coba tahap awal itu.

Ia menuntun mereka untuk melalui tahapan teknis sebelum sampai ke tahap penelitian dan pembelajaran lanjutan.

"Amanda melatih bagaimana pejabat publik ketika membuat keputusan publik menggunakan cara-cara yang digunakan Bloomberg ini," kata Project Manager Trenggalek Bloomberg Havard City Leadership Initiative, Siti Nurul Hidayah, Kamis (2/5/2019).

Ia mengatakan, sebelum prototipe siap dan tes tahap awal akan dijalankan, tim tersebut telah menjalankan banyak tahapan. Mereka riset ke lapangan dan mendatangi para petani.  Fokusnya, mereka melihat potensi penanaman tanaman penghasil minyak atsiri.

"Tim sudah mendatangi beberapa petani minyak atsiri yang belum pernah mencoba menanam, gagal, dan yang sudah berhasil," kata dia.

Mereka, ujar Nurul, mengumpulkan data, menggelar forum diskusi, dan observasi. Hasilnya diolah untuk dianalisis. Hal ini penting untuk menentukan hasil program sesuai dan tepat kebutuhan para petani.
Harapannya, program itu bakal bisa berkembang di area pertanian di Trenggalek. Nantinya, Trenggalek bisa menjadi salah satu sentra minyak atsiri.

Minyak astari dipilih sebagai program pengembangan karena tanamannya berguna dari hulu sampai limbah.
"Tidak ada yang terbuang. Pertanian hulu sampai hilir, dari akarnya, sampai limbah, tidak ada yang terbuang. Profinya stabil dan permintaan pasarnya tinggi," ucapnya.

Targetnya, model pembentukan program seperti yang dijalankan dalam pendampingan itu bakal diterapkan untuk semua jenis program di dinas-dinas. "Biasanya kita memutuskan program berdasarkan asumsi. Sekarang berdasarkan kesimpulan di lapangan," tuturnya. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved