Kabar Jember

Bupati Jember Minta Baznas Ikut Mengedukasi Masyarakat Perihal Zakat

Transparansi pengelolaan zakat itu diperlukan sebagai bagian edukasi kepada masyarakat terhadap lembaga amil zakat.

Bupati Jember Minta Baznas Ikut Mengedukasi Masyarakat Perihal Zakat
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Bupati Faida dan pengurus Baznas Jember saat Rakerda Baznas di Jember 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Bupati Jember, Faida meminta pengelolaan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember dikelola secara transparan. Pasalnya, transparansi itu diperlukan sebagai bagian edukasi kepada masyarakat terhadap lembaga amil zakat.

"Prinsip keterbukaan dan transparansi serta kewajiban mengedukasi termasuk bagian tanggung jawab pengurus Baznas," kata Bupati Faida dalam pembukaan Rapat Kerja Baznas Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibhawagraha, Kamis (2/5/2019).

Dia menyebut contoh dalam Sistem Manajemen Baznas (Simba) yang memuat program kemanusiaan. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan edukasi terkait permasalahan di masyarakat yang dapat diselesaikan dengan zakat.

Bupati juga berpesan kepada segenap kepala dinas supaya anggotanya membayar zakat. "Zakat ini bukan imbauan, tetapi zakat ini wajib," katanya.

Bupati juga mengungkapkan akan membuat program potong penghasilan pegawai Pemkab untuk zakat, sedekah, dan infaq secara otomatis.

"Pastikan di Bulan Ramadan ini anak buah kita tidak lengah membayar zakat," pesannya.

Sementara pengurus Baznas Provinsi Jawa Timur, KH Najib Hamid menyampaikan, zakat tidak bisa hanya menunggu kerelaan orang yang berzakat. "Secara normatif zakat itu dipungut, bukan menunggu kerelaan," katanya.

Karena menyangkut otoritas, maka Baznas melakukan upaya yang bersifat persuasif. Sebab, lanjutnya, betapa pun zakat itu wajib tidak ada sanksi bagi yang tidak berzakat. "Terkait optimalisasi zakat, yang terpenting adalah kita memulai dari diri kita sendiri," jelasnya.

Zakat sendiri harus diniatkan bahwa di dalam harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang harus diberikan. "Jika kita eman berzakat, maka kita memakan hak orang lain yang ada pada harta kita," ungkapnya.

Pengurus Baznas Jember, KH Lutfi Ahmad menambahkan, dalam penyelenggaraan pengumpulan zakat dimulai dengan pendataan dan pembentukan UPZ (Unit Pengumpul Zakat).

"Kami melakukan optimalisasi pengumpulan zakat sedekah menuju Jember yang mandiri melalui pembentukan UPZ di berbagai tempat," jelasnya.

UPZ bisa dibentuk di berbagai tempat. Baik di lembaga pendidikan, masjid, serta kelompok masyarakat. "UPZ sendiri merupakan kepanjangan tangan dari Baznas untuk mengumpulkan zakat di masyarakat," lanjutnya.

Tidak hanya UPZ, Baznas juga melakukan kegiatan sosial dengan membina masyarakat tentang bisnis hingga membantu pembuatan jembatan serta memberikan santunan bantuan ekonomi.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved