Malang Raya

84.600 Ton Bawang Putih Impor Akan Masuk Ke Jawa Timur Pada 10 Mei 2019

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau sejumlah harga bahan pokok di Pasar Rakyat Dinoyo kota Malang, khususnya harga bawang putih.

84.600 Ton Bawang Putih Impor Akan Masuk Ke Jawa Timur Pada 10 Mei 2019
TribunJatim.com/Aminatus Sofya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau harga di Pasar Dinoyo, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau sejumlah harga bahan pokok di Pasar Rakyat Dinoyo, Sabtu (4/5/2019). Khofifah meninjau harga langsung ke para pedagang.

Wali Kota Malang, Sutiaji dan Plt Bupati Malang M Sanusi turut mendampingi kegiatan Khofifah yang berlangsung sekitar pukul 8.30 wib. Selain itu juga ada Kepala Dinas Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto.

Setelah meninjau sejumlah harga kebutuhan pokok, Khofifah mengatakan, harga bawang putih mengalami kenaikan. Dan Jawa Timur akan kedatangan bawang putih impor sebanyak 84.600 ton pada 10 Mei mendatang.

“Total yang melalui Tanjung Perak 84.600 ton. Kebutuhan Jawa Timur perbulan adalah 4.690 ton kalau digenapkan jadi 5.000 ton. Kita butuh aman sampai 3 bulan ke depan sehingga 15 ribu ton disiapkan untuk Jawa Timur,” katanya.

Dilanjutkan Khofifah, Pasar Rakyat Dinoyo merupakan satu dari 25 pasar di 8 kabupaten/kota di Jawa Timur yang menjadi titik pantau BPS. Barang-barang yang ada di Pasar Rakyat Dinoyo, harus mendapat intervensi segera ketika terjadi dinamika lonjakan atau kenaikan harga bahan pokok tertentu.

Dikatakan Khofifah,menurut Permendag, bawang putih itu tidak masuk bahan pokok. “Tetapi menjadi isu karena banyak dibutuhkan rumah makan, restoran, rumah tangga, sehingga pemerintah mengambil keputusan untuk impor,” ujarnya.

Pemprov Jatim merencanakan tanggal 15 Mei bawang putih sudah bisa sampai ke pasar sehingga terjadi normalisasi harga di pasar. “Biasanya ada kenaikan psikologis menjelang puasa, lebaran dan tahun baru. kami melihat kenaikan psikologis itu antara lain telur kemudian daging ayam, ini karena kebutuhan yang meningkat. Ketika kebutuhan tinggi maka kecenderungan ada kenaikan harga,” papar Khofifah.

Kepala Dinas Perdangan Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, memang sudah ada beberapa harga bahan pokok yang naik. Terutama bawang putih. Pihaknya telah menerjunkan sejumlah petugas ke lapangan untuk terus memantau harga. “Saya minta staf ke lapangan cek harga. Ayam cenderung harganya ada kenaikan,” ujarnya.

Dinas Perdagangan Kota Malang juga berencana untuk melakukan Operasi Pasar. Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan Bulog untuk mengagendakan Operasi Pasar. Di sisi lain, Wahyu mengatakan, ada tim satgas pangan.

Satgas ini dibentuk untuk menghindari penimbunan. Wahyu khawatir, saat harga naik terjadi penimbunan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab

Sementara seorang pedagang di Pasar Dinoyo, Ratun mengatakan, kenaikan harga bawang putih terjadi beberapa hari lalu. Harga bawang yang biasanya berada di kisaran Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu, kini naik menjadi Rp 70 ribu. Kenaikan ini dipicu kelangkaan bahan. “Saya jual lima kilo dan sudah habis. Kalau mahal cepet habis,” katanya.

Ratun sendiri mengambil bawang putih dari petani yang ada di Pujon. Harga beli dari petani sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu per kilogramya. 
 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved