Kabar Surabaya

Gubernur Jatim Khofifah Pastikan Pasokan BBM Selama Ramadan dan Lebaran Aman

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur selama bulan Ramadan hingga lebaran aman

Gubernur Jatim Khofifah Pastikan Pasokan BBM Selama Ramadan dan Lebaran Aman
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meninjau harga bahan pokok di Pasar Pahing, Jumat (3/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur selama bulan Ramadan hingga lebaran aman. Sehingga ia meminta pada seluruh masyarakat untuk tidak panik dan melakukan penimbunan.

Hal itu disampaikan Khofifah, Minggu (5/5/2019). Ia mengatakan pasokan elpiji, bensin, hingga solar di Jawa Timur cukup hingga lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah mendatang.

"Ketersediaan BBM insyaalllah Jawa Timur dalam posisi aman. Kita kemarin sudah rakor yang dipimpin oleh Bank Indonesia. Semua pasokan aman dan kita sedang berupaya menekan inflasi di 8 kabupaten kota," kata Khofifah.

Berdasarkan data yang ada di Provinsi Jawa Timur total suplai BBM dirinci berdasarkan jenisnya. Untuk jenis premium di Jawa Timur tersedia suplai sebanyak 223.532 kilo liter.

Sedangkan untuk solar stoknya mencapai 196.924 kilo liter, lalu untuk biosolar ada sebanyak 8.606 kilo liter, untuk pertamax suplainya sebanyak 201.912 kilo liter dan untuk pertamax turbo sebanyak 4.776 kilo liter. Lalu untuk suplai BBM jenis dex sebesar 5.914 kilo liter.

Meski penggunaan BBM selama bulan puasa dan lebaran dipresiksi ada kenaikan sebesar 5-15 persen dengan stok suplai tersebut dikatakan Khofifah untuk Jawa Timur masih aman dan dijamin tidak ada kelangkaan BBM.

Begitu juga dengan suplai gas elpiji. Berdasarkan data dari Pemprov Jawa Timur saat uni untuk suplai elpiji ada sebesar 119.200 matric ton dengan penyaluran per hari 3.820 hingga 4.340 matric ton.

"Karenanya kita tidak ingin masyarakat terjadi kepanikan lalu melakukan penimbunan. Insyaallah pasokan BBM juga tersedia aman hingga lebaran, maka jangan ada penimbunan," imbuh wanita yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial kabinet kerja ini.

Lebih lanjut Pemprov Jawa Timur juga sudah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk memantau gudang-gudang guna memastikan tidak ada penimbunan di masyarakat. Bahkan bukan hanya BBM melainkan juga bahan pokok yang lain seperti beras, gula dan minyak goreng.

Sebab menurut gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini untuk mewujudkan Jawa Timur yang kondusif tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja. Melainkan juga harus bekerja sama multi sektor.

Di sisi lain Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur Setiajit mengatakan untuk ketersediaan BBM di Jawa Timur di bulan puasa hingga lebaran sudah terkendali. Dari data ketersedian suplai BBM tersebut diatas menurut Setiajit sudah termasuk antisipasi kenaikan kebutuhan rata-rata masyarakat Jawa Timur.

"Biasanya di bulan ramadhan hingga lebaran penggunaan BBM memang meningkat antara 5 hingga 15 persen. Untuk operasional kendaraan dan juga untuk memasak menggunakan elpiji. Ketersediaan Jawa Timur selama ramadhan dan idul fitri insyalllah siap sehingga apa yang diharapkan masyarakat bisa tersedia termasuk yang di kepulauan kami berharap tidak sampai terjadi kelangkaan," kata Setiajit.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved