Kabar Kediri

BNN Amankan Residivis Pengedar Sabu- Sabu Di Wilayah Kediri Dan Sidoarjo

BNN Kota Kediri mengamankan Ari Julianto (37) seorang residivis setelah kedapatan menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

BNN Amankan Residivis Pengedar Sabu- Sabu Di Wilayah Kediri Dan Sidoarjo
suryamalang.com/Didik Mashudi
Kepala BNN Kota Kediri AKBP Bunawar (kiri) merilis pengedar sabu-sabu antarkota, Senin (6/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - BNN Kota Kediri mengamankan Ari Julianto (37) setelah kedapatan menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Tersangka diamankan di depan Markas Yonif 521 Jl Ahmad Yani, Kota Kediri.

Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Bunawar menjelaskan, tersangka selama ini menjadi pengedar sabu-sabu antarkota di wilayah Kediri dan Sidoarjo.

"Modus operandinya tersangka mengambil barang dari Surabaya kemudian dijual kembali di wilayah Kediri dan Sidoarjo," ungkap AKBP Bunawar saat rilis kasusnya di Kantor BNN Kota Kediri, Senin (6/5/2019).

Tersangka Ari Julianto merupakan warga Jl Ngadisimo Gang Buntu, Kota Kediri. "Semula tersangka merupakan pemakai, setelah keluar dari penjara "naik kelas" menjadi pengedar," ungkapnya.

Sedangkan penjualan yang dilakukan tersangka dilakukan dengan sistem ranjau atau penjualan tidak langsung dengan pembeli.

"Tersangka merupakan residivis pemakai sabu-sabu. Karena pada 2017 tersangka juga diamankan karena sebagai pemakai sabu dengan hukuman 6 bulan," jelasnya.

Sementara barang bukti yang diamankan petugas terdiri 14 plastik klip ukuran 3 x 5 berisi kristal warna putih dengan berat 15,36 gram.

Petugas juga mengamankan timbangan digital elektrik saat menggeledah kamar kosnya di Sidoarjo. Ditemukan juga barang bukti satu alat hisab sabu atau bong, pipet kaca, korek api, plastik klip untuk mengemas sabu, KTP dan kartu ATM.

Petugas mengamankan bukti transfer Rp 2,8 juta ke rekening seseorang. Diamankan juga sepeda motor Suzuki Satria nopol AG 2212 BC, dua buah HP dan tas kulit.

"Tersangka bakal dijerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2. BNN Kota Kediri masih mengembangkan jaringan yang lainnya dan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved