Kabar Surabaya

Empat Kali Curi Motor, Supriyadi Bilang, 'Lebih Enak di Dalam Penjara, Pak Hakim'

Seorang terdakwa bernama Supriyadi mengaku lebih nyaman di penjara daripada bebas. Jawaban tak terduga ini dilontarkan olehnya saat jalani sidang atas

Empat Kali Curi Motor, Supriyadi Bilang, 'Lebih Enak di Dalam Penjara, Pak Hakim'
Syamsul Arifin
Supriyadi mengaku lebih nyaman di penjara daripada bebas. Jawaban tak terduga ini dilontarkan olehnya saat jalani sidang atas kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Residivis yang sudah empat kali dihukum pada kasus pencurian ini, menjawab pertanyaan majelis hakim ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (6/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Seorang terdakwa bernama Supriyadi mengaku lebih nyaman di penjara daripada bebas. Jawaban tak terduga ini dilontarkan olehnya saat jalani sidang atas kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Residivis yang sudah empat kali dihukum pada kasus pencurian ini, menjawab pertanyaan majelis hakim ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (6/5/2019).

“Mengapa kamu baru keluar penjara, kok mencuri lagi?” tanya Jan Manopo, anggota majelis hakim kepada terdakwa.

“Di dalam penjara enak, Pak Hakim,” jawabnya singkat.

Mendengar  jawaban tersebut, majelis hakim serta pengunjung sidang geleng-geleng kepala.

“Bagaimana kamu ini, masa' di dalam penjara enak, apa karena makan dan tidur gratis?” sambung hakim.

Pada perkara sebelumnya, terdakwa mendapat ganjaran hukuman 1 tahun penjara. Namun pada perkara kali ini, majelis hakim yang diketuai Slamet Santos memvonis 3 tahun penjara.

“Menyatakan secara sah dan menyakinkan terdakwa bersalah sesuai pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHP. Menjatuhi hukuman 3 tahun penjara,” ujar hakim Slamet membacakan amar putusannya, Senin, (6/5/2019).

Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa.

Pada genda sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didik Yudha dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya menuntut terdakwa dengan hukuman 5 tahun penjara.

Menanggapi vonis hakim, terdakwa langsung menyatakan menerima dan tidak menempuh upaya hukum banding. “Menerima (vonis), Pak Hakim,” tegas terdakwa menjawab pertanyaan hakim.

Supriyadi ini harus kembali diadili karena mencuri kendaraan bermotor milik korban Agus Fatoni.

Pencurian dengan kunci ‘T’ ini terjadi di Bogorami Timur, Surabaya, pada Januari 2019 lalu.

Motor korban yang terparkir dipinggir jalan, digondol terdakwa ke Rabesan Moragung Bangkalan, Pulau Madura untuk dijual kepada orang yang bernama Kak Wafi alias Rosyid (buron) dengan harga Rp 3,7 juta.

Atas perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian sekira Rp 14 juta. Syamsul Arifin 

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved