Kabar Gresik

Khofifah Tinjau Banjir Di Gresik Naik Perahu, Tegaskan Solusi Normalisasi Kali Lamong

Banjir yang merendam sejumlah desa di lima kecamatan di Kabupaten Gresik menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Tinjau Banjir Di Gresik Naik Perahu, Tegaskan Solusi Normalisasi Kali Lamong
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau wilayah Dusun Iker Desa Iker Geger Kecamatan Cerme yang masih merata terendam banjir, Minggu (5/5/2019) 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Banjir yang merendam sejumlah desa di lima kecamatan di Kabupaten Gresik menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Hari ini, Minggu (5/5/2019) Khofifah turun langsung meninjau wilayah Dusun Iker Desa Iker Geger Kecamatan Cerme yang masih merata terendam banjir.

Dengan menggunakan perahu karet dan didampingi pejabat terkait, Khofifah menyapa warga masyarakat yang rumahnya terendam banjir dan meninjau titik-titik banjir terparah. Bersama bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Khofifah juga merumuskan solusi agar banjir di Gresik tidak terulang.

Sebagaimana diketahui banjir yang merendam lima kecamatan di Gresik diakibatkan karena luapan Sungai Kali Lamong. Sejauh ini, lima kecamatan yang terendam banjir mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti dan juga Keamean. Banjir yang melanda Kabupaten Gresik ini sudah berlangsung lebih dari empat hari.

"Empat hari lalu saya sudah meminta BPBD untuk turun. Tapi menurut saya masalah banjir di Gresik ini memang harus diatasi dari hulunya," kata Khofifah. "Artinya semua pihak terkait harus ikut terlibat dalam penanganan, ada BPWS di sana, ada DAS Brantas juga," imbuh gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini.

Sebelum turun ke wilayah banjir, dikatakan Khofifah, pihaknya sudah melakukan raat pimpinan terbatas. Yang membahas tentang pemetaan titik mana saja di Jawa Timur yang menjadi penyebab banjir. Bukan hanya Gresik, melainkan juga Mojokerto, Jombang dan Pasuruan yang pekan lalu juga dilanda banjir.

"Nah untuk Kali Lamong ini berdasarkan diskusi dengan pak bupati butuh dinormaliasi dari hulunya yaitu dari Surabaya sampai sini sekitar 10 kilometer," kata Khofifah.

Proses pengerukan Sungai Kali Lamong ini harus dilakukan agar sungai bisa kembali menampung air sebagaimana kapasitasnya. Sebab saat ini karena kondisi sungai yang sudah dangkal sungai hanya bisa menampung 250 meter kubik per detik.

Padahal curah hujan yang saat ini tinggi membutuhkan sungai dengan kapasitas sekitar 700 meter kubik per detik. Artinya, menurut Khofifah, agar aman paling tidak sungai Kali Lamong harus dinormalisasi agar bisa menampung 1000 meter kubik air per detik.

"Sebenarnya kita juga ada plan A yaitu membuat tanggul. Akan tetapi kalau membangun tanggul maka harus juga dibangun pintu-pintu air. Tapi ada rekomendasi dari bupati Gresik untuk melakukan normalisasi yang dirasa lebih memungkinkan agar sedimentasi sungai juga bisa diangkat," tegasnya.

Namun Khofifah menegaskan, penyelesaian normalisasi sungai ini tidak bisa dipandang satu kesatuan saja. Melainkan harus dilihat secar keseluruhan Jawa Timur. Karena Gresik merupakan wilayah yang menampung air dari Bojonegoro, Mojokerto dan sekitarnya. 

Maka dalam mencari solusi juga harus terintegrasi agar solusi yang diambil bisa permanen dan jangka panjang. Dan Khofifah akan berkoordinasi dengan Kementerian PU Pera.

"Ini wilayahnya Kementerian PUPR, maka kita harus melakukan identifikasi bersama, pemko pemkab, BPWD, DAS Brantas, dan Dirjen Sumber Daya Air supaya bisa dihitung support APBN nya berapa dan teknisnya bagaimana karena sungai ini kewenangannya pusat, tapi rekomendasi daerah sangat penting karena bisa memberikan masukan yang faktual," urainya.

Saat meninjau lokasi banjir dan menyapa masyarakat, Khofifah juga menyalurkan bantuan pada korban banjir. Ia menegaskan agar para korban tetap tegar dan diupayakan untuk tetap bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved