Nasional

Ibu Guru Digaji Ratusan Juta Meski Bolos 7 Tahun dan Pura-pura Mati, Skenario Licik Akhirnya Terkuak

Demseria Simbolon Ibu Guru di Medan Digaji Ratusan Juta Meski Bolos 7 Tahun dan Pura-pura Mati, Skenario Licik Akhirnya Terkuak

Ibu Guru Digaji Ratusan Juta Meski Bolos 7 Tahun dan Pura-pura Mati, Skenario Licik Akhirnya Terkuak
www.nydailynews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, MEDAN - Kejahatan yang diduga dilakukan oleh seorang guru bernama Demseria Simbolon ini sungguh bikin geleng-geleng kepala.

Demseria Simbolon bisa meraup ratusan juta rupiah tanpa harus mengajar selama bertahun-tahun.

Tinggal leha-leha, Demseria Simbolon bisa mendatangkan uang. Semuanya mengalir lancar.

Demseria Simbolon duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/5/2019).

Guru SD Nomor 027144 Kelurahan Damai, Binjai, ini didakwa melakukan penipuan dengan tidak mengajar selama tujuh tahun, tetapi tetap menerima gaji.

Demseria Simbolon lalu membikin skenario pura-pura mati atau memalsukan kematiannya.

Bukti Gading Marten Belum Move On, Posting Foto Bareng Gisel Saat Ulang Tahun, Posenya Jadi Sorotan

5 Cara Muzdalifah Manjakan Suami Agar Lengket Kayak Prangko, Fadel Islami Manja Banget: Udah Sayang

Ada 11 Manfaat Puasa Untuk Kecantikan Menurut Pakar, Awet Muda, Mencerahkan Kulit & Cegah Jerawat

Guru SD Nomor 027144 Kelurahan Damai Kota Binjai, Demseria Simbolon, duduk di kursi pesakitan usai memalsukan kematiannya, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/5/2019).
Guru SD Nomor 027144 Kelurahan Damai Kota Binjai, Demseria Simbolon, duduk di kursi pesakitan usai memalsukan kematiannya, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/5/2019). (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Viral di Medsos, Pria Pukul Emak-emak Karena Belok Tak Nyalakan Lampu Sein, Pelaku Diduga Selebriti

Prabowo Menjamu Wartawan Media Asing di Kediamannya, Tapi Wartawan Indonesia Dilarang Ikut

"Terdakwa Demseria Simbolon yang diangkat sebagai Guru SD Nomor 027144 mendapat pembayaran gaji tahun 2011 sebesar Rp 44.901.000, tahun 2012 dapat gaji Rp 49.406.400, tahun 2013 dapat gaji Rp 52.851.600, tahun 2014 dapat gaji Rp 55.621.000, tahun 2015 dapat gaji Rp 58.325.700, tahun 2016 dapat gaji Rp 63.805.600, tahun 2017 dapat gaji Rp 63.805.600, dan tahun 2018 dapat gaji Rp 46.326.400," ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asepte Ginting di hadapan Majelis Ketua Nazar Efriandi.

"Jumlah seluruh gaji yang diterima terdakwa Demseria dari tahun 2011 sampai Agustus 2018 sebesar adalah Rp 435.144.500. Sejak Januari 2011 sampai Agustus 2018, terdakwa tidak pernah masuk mengajar dan tidak melaksanakan tugas sebagai guru. Namun, terdakwa tetap menerima gaji dan tunjangan," ungkap Asep.

Terungkapnya kasus ini berawal saat suami terdakwa, Adesman Sagala, mendatangi PT Taspen Persero Cabang Utama Medan, Jalan Adam Malik Nomor 64.

Kisah Tragis  Aksi Bunuh Diri Massal 25 Siswa India, Fakta Baru: Ada Campur Tangan Pemerintah

Dia datang untuk mengajukan penagihan pembayaran asuransi kematian Demseria Simbolon.

Halaman
12
Editor: eko darmoko
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved