Pilpres 2019

Rekapitulasi Pilpres Sementara KPU Jatim: Jokowi-Ma’ruf Menang Di 21 Daerah Dari 23 Kabupaten/Kota

Hingga saat ini, ada 23 kabupaten/kota yang telah membacakan hasil rekapitulasinya dengan total jumlah suara mencapai 12.583.305 suara.

Rekapitulasi Pilpres Sementara KPU Jatim: Jokowi-Ma’ruf Menang Di 21 Daerah Dari 23 Kabupaten/Kota
suryamalang.com/Bobby Constantine Koloway
Rekapitulasi suara tingkat provinsi Jawa Timur di Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Memasuki hari ketiga, Selasa (7/5/2019), hasil rekapitulasi suara tingkat provinsi Jawa Timur untuk pemilihan presiden dan wakil presiden belum banyak berubah. Hingga saat ini, ada 23 kabupaten/kota yang telah membacakan hasil rekapitulasinya dengan total jumlah suara mencapai 12.583.305 suara.

Hasilnya, pasangan calon nomor urut 01 masih menang cukup mutlak dengan mendapat 70,33 perolehan suara sementara setelah mengumpulkan 8.850.340 suara. Sementara rivalonya, Calon Presiden dan Wakil Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat 29,67 persen dengan memperoleh 3.732.965 suara.

Jokowi’Ma’ruf menang di 21 Kabupaten/Kota. Dari 21 daerah yang dimenangkan Jokowi-Ma’ruf tersebut, persentase kemenangan terbesar ada di Kabupaten Blitar dengan 85,21 persen. Di daerah tersebut, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 638.096 suara sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 14,79 persen dengan 110.751 suara.

Di sisi lain, setelah menang di Pacitan, Prabowo-Sandi baru menang kembali di Kabupaten Bondowoso. Persentasennya, 56,49 persen (277.677 suara) untuk Prabowo-Sandi dan 43,51 persen (213.887 suara) untuk Jokowi Ma’ruf.

Proses rekapitulasi tingkat provinsi di Jatim masih menyisakan 15 kabupaten/kota yang akan dibacakan pada Rabu-Kamis (8-9/5/2019). Sesuai jadwal KPU Jatim akan membacakan hasil rekapitulasi untuk Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Madiun, dan Magetan.

Komisioner KPU Jatim, Insan Qoriawan menjelaskan, proses rekapitulasi tersebut relatif tak banyak menemui kendala. Meskipun demikian, pihaknya tak memungkiri masih adanya beberapa persoalan dalam sinkronisasi data. ”Misalnya, untuk data pemilih dengan data pengguna hak pilih. Ada yang perlu diperbaiki,” katanya.

Namun, ia memastikan tak akan mengubah perolehan suara masing-masing peserta pemilu. ”Sebab, persoalan ini hanya pada persoalan administratf saja,” pungkasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved