Kabar Gresik

Sepekan Terendam Banjir Kali Lamong, Petani Padi Dan Petambak Ikan Di Gresik Rugi Jutaan Rupiah

Banjir Kali Lamong yang terjadi hampir sepekan lamanya telah meninggalkan kerugian materiil yang cukup besar bagi Petani Padi dan Tambak Ikan.

Sepekan Terendam Banjir Kali Lamong, Petani Padi Dan Petambak Ikan Di Gresik Rugi Jutaan Rupiah
suryamalang.com/Sugiyono
Tanaman padi milik petani di Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Gresik mati akibat terendam banjir Kali Lamong selama hampir sepekan, Rabu (8/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK – Banjir Kali Lamong yang terjadi hampir sepekan lamanya telah meninggalkan kerugian materiil yang cukup besar. Hal itu diantaranya dialami para petani tambak dan petani padi yang lahannya tergenang air selama hampir 5 hari tersebut.

Seperti dialami Anam, petani asal Desa Kepatihan Kecamatan Menganti yang tanaman padinya baru usia 3 sampai satu bulan tergenang air banjir Kali Lamong selama hampir 5 hari. 

 “Tanaman padi yang baru tanaman satu bulan akhirnya mati akibat terendam banjir dan terkena lumpur,” kata Anam, Rabu (8/5/2019).  

Kerugian akibat matinya tanaman padi tersebut, menurut Anam, tidak tidak dapat dihitung dengan uang. Sebab, hasil tanaman padi dapat dipanen dan berasnya dikonsumsi untuk keluarga. “Kalau modal hanya Rp 1,5 juta untuk membeli benih dan pupuk sama tenaga tanam. Tapi, kalau sudah gagal panen seperti ini, keluarga mau dikasih makan apa?,” katanya sambil melihat tanaman padi yang penuh dengan lumpur.

Kerusakan tanaman padi milik Anam tidak hanya dialami sendiri, tapi juga dialami para petani lain yang ada di bantaran Kali Lamong.

Begitu juga dengan petani tambak yang terkena banjir yang berakibat tambaknya rata dengan air banjir Kali Lamong. Hal itu mengakibatkan udang dan ikan bandeng lepas terbawa arus. “Untuk modal udang fanami sekitar Rp 3 Juta, sedangkan ikan sekitar Rp 2 Juta,” kata Muklas, anak petani tambak di Dusun Watangrejo, Desa Ambeng-abeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampean.

Padahal, menurut Muklas, untuk panen biasanya memperoleh kuntungan sekitar Rp 15 Juta. Namun, akibat diterjang banjir, dipastikan gagal panen. “Ini tambak ukuranya agak kecil, bila ukuran tambak lebih besar maka kerugiannya juga lebih banyak,” ucapnya.

Dari musibah banjir Kali Lamong yang terjadi setiap tahun tersebut, petani berharap kepada pemerintah agar segera menyelesaikan terjadinya musibah banjir. “Puluhan tahun setiap musim hujan kami selalu was-was, khawatir tambaknya terkena banjir dan gagal panen. Harapannya, pemerintah segera mengantisipasi musibah banjir,” ujarnya. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved